Breaking News:

Lola Amaria Belajar Arti Hidup Dari Film

Tugas dan fungsi seorang sutradara sebagai ujung tombak sangat penting eksistensinya dalam sebuah pembuatan perfilman.

zoom-inlihat foto Lola Amaria Belajar Arti Hidup Dari Film
Tribun Jakarta/JEPRIMA
Pemain Film Lola Amaria yang menjadi Director dalam Film Sanubari Jakarta,saat premier film di PPHUI, Kuningan Jakarta, Senin (09/04/2012). Pada Premier Film Sanubari Jakarta itu terdapat 10 sutradara 10 kisah dan 10 cerita yang mengangkat sisi Jakarta. (Tribun Jakarta/Jeprima)

TRIBUNNEWS.COM - Tugas dan fungsi seorang sutradara sebagai ujung tombak sangat penting eksistensinya dalam sebuah pembuatan perfilman. Ini bertujuan bisa memperoleh hasil film yang bagus.

Saat ini di Indonesia perkembangannya pun semakin pesat, bukan hanya dari sutradara pria saja, melainkan juga sutradara wanita yang mulai unjuk gigi dalam mempersembahkan karya-karya film.

Salah satu tokoh sutradara film perempuan yang saat ini eksis di Indonesia dengan berbagai karyanya adalah Lola Amaria. Karya-karyanya antara lain Betina, Minggu Pagi di Victoria Park, dan yang baru-baru ini digarapnya Sanubari Jakarta.

Lola menuturkan alasan memilih profesi sutradara film karena menggemari film. Dari film Lola bisa belajar banyak hal dari mulai tentang hidup, akting, dan artistik secara teknis maupun nonteknis.

" Jadi, karena kecintaan saya terhadap dunia film, saya pilih profesi sutradara," tutur perempuan berparas cantik kelahiran 35 tahun silam.

Berita Populer
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved