Java Jazz Festival 2013
Alat Musik Bambu akan Ramaikan Java Jazz Festival
Perhelatan Java Jazz Festival (JJF) ke-9 akan digelar pada 1-3 Maret 2013, di Jakarta International Expo (JIExpo).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perhelatan Java Jazz Festival (JJF) ke-9 akan digelar pada 1-3 Maret 2013, di Jakarta International Expo (JIExpo). Kementerian Perdagangan pun kembali ikut mendukung gelaran berlabel internasional ini.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan, tahun ini pihaknya tetap akan menghadirkan panggung Hall of the World Music dan Paviliun Trade with Remarkable Indonesia.
Menurutnya, panggung Hall of the World Music di Hall B2 akan menampilkan artis-artis ternama seperti The Soul Rebels, Emily Elbert, Tulus, Nino, dan Mellow Motif.
Sedangkan Paviliun Trade with Remarkable Indonesia akan menampilkan berbagai produk kreatif berupa alat musik hasil karya anak bangsa, sebagai salah satu komoditas ekspor yang potensial.
Gusmardi menuturkan, dalam paviliun Kementerian Perdagangan seluas 100 meter persegi, akan ditampilkan beberapa alat musik tradisional dan kreatif hasil karya Indonesia, seperti angklung, calung, gitar bambu, biola bambu, dan terompet bambu. Ini merupakan persembahan dari Indonesia Bamboo Community.
Juga akan ada sasando (persembahan dari Nicodemus), orgel bamboo (Pradjawidja Instrumentalia), rebana dan perkusi (Kunokini), serta drum (Harry’s Drum). Ada pula produk-produk fesyen kreatif, seperti tas kulit (Bara Fashion) dan sepatu kulit (Brunn).
JJF pun bakal diisi musisi jazz Indonesia seperti Dwiki Dharmawan, Barry Likumahuwa, dan Indra Lesmana. Dari luar, ada Joss Stone, Lisa Stanfield, Basia, dan Craig David.
“Ini menunjukkan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu negara tujuan bagi para musisi jazz dunia, untuk unjuk gigi dan memperlihatkan kemampuan bermusik mereka," ujar Gusmardi di kantornya, Jakarta, Rabu (27/2/2013).
"Karena itu, ajang ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mempromosikan Indonesia kepada dunia, melalui kekayaan budaya dengan segala
potensi yang dimiliki,” imbuhnya. (*)