Putri Pariwisata Indonesia 2013
Nabilla Shabrina: Pulau Karimun Adalah Destinasi Impianku
Mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya ini akan bertolak ke Afrika Selatan untuk mengikuti ajang
Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Daniel Ngantung
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah dinobatkan sebagai Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2013, Nabilla Shabrina akan mengemban tanggung jawab mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia.
Pada 28 September mendatang, mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya ini akan bertolak ke Afrika Selatan untuk mengikuti ajang Miss Tourism Internasional 2013. Disamping itu, beberapa pameran wisata luar negeri sudah menunggunya.
Nabilla mengungkapkan daerah Indonesia timur akan menjadi fokusnya.
"Potensi wisata di sana sangat besar. Tapi sebelumnya, masih banyak yang harus dibenahi dulu, yaitu infrastruktur. Tanpa itu, wisatawan tidak bisa mengakses lokasi," ujar Nabilla usai penobatan di Sasana Kriya, Jumat (20/9/2013).
Masalah infrastruktur, kata Nabilla, sebenarnya bukan hanya masalah Indonesia bagian timur saja. Beberapa daerah di Pulau Jawa juga menghadapi masalah yang sama, salah satunya adalah Pulau Karimun, Jawa Tengah.
"Pulau Karimun adalah destinasi impianku. Akses menuju ke sana juga masih susah," ujar dia.
Selain wisata alam, Nabilla juga akan mengangkat potensi wisata budaya di lokasi wisata. Wisata budaya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga lewat ekonomi kreatif warga yang ditawarkan kepada masyarakat.
Johnnie Sugiarto, Founder & Chairman El John Foundation, penyelenggara Putri Pariwisata Indonesia, berharap dengan total hadiah PPI senilai Rp 400 juta dapat membantu Nabilla merealisasikan visi dan misinya dalam mengembangkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengakui Putri Pariwisata sangat berperan dalam pertumbuhan jumlah wisatawan asing.
"Ada peningakatan kunjungan wisatawan asing yang cukup signifikan. Itu mengapa, Kemenparekraf selalu mendukung penuh kontes ini sejak pertama kali diadakan pada tahun 2008," ujar Sapta, yang turut duduk sebagai satu dari empat juri malam itu.
Salah satu kriteria penilaian juri adalah pengetahuan finalis dan kemampuannya mempromosikan sebuah tempat wisata, disamping smart (cerdas), charming (memesona), dan hospitable (ramah).
"Saat dia cerita tentang sebuah tempat wisata, dia harus bisa membuat kita langsung ingin datang ke tempat itu," ujar Dr Lula Kamal salah satu juri malam final.