In Memoriam
Tokoh Perfilman, Hadidjah, Nenek Aktor Lukman Sardi, Tutup Usia
Ibunda Idris Sardi yang juga tokoh perfilman, Hadidjah, berpulang ke Rahmatullah dalam usia 90 tahun, Kamis 10 Oktober 2013, pukul 05.45 WIB.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Innalillahi wa inna ilaihi rojiuun.... Ibu kandung maestro biola Indonesia Idris Sardi yang juga tokoh besar perfilman Indonesia, Nyonya Hadidjah, telah berpulang ke Rahmatullah dalam usia 90 tahun, Kamis 10 Oktober 2013, sekitar Pukul 05.45 WIB.
Berdasarkan keterangan yang diterima Tribunnews.com dari Fadli Zon, Founder Fadli Zon Library dan penulis buku biografi "IDRIS SARDI, Perjalanan Maestro Biola Indonesia," nenek dari aktor kenamaan Lukman Sardi ini dimakamkan siang tadi di Pemakaman Menteng Pulo, Jakarta Pusat Pukul 13.00 WIB.
Selain keluarga besar Idris Sardi, Fadli Zon yang merupakan sahabat karib Idris Sardi juga turut hadir mengiringi proses pemakaman Hadidjah.
"Indonesia kehilangan tokoh besar," ungkap Fadli Zon kepada Tribunnews.com, Kamis (10/10/2013).
Hadidjah lahir dari keluarga seniman pasangan Habibah dengan Harun Seman. Sama seperti kedua orang tuanya, Hadidjah juga terjun ke dunia seni. Hadidjah adalah pemain film terkenal pada 1936 dari JIF (Java Industrial Film Coy).
Menjadi pemeran utama sejumlah film, diantaranya: Alang-Alang (1939), Roesia si Pengekor (Hadji Saleh) (1939), Matjan Berbisik (1940), Rentjong Atjeh (1940), Si Gomar (1941), Singa Laoet (1941), Srigala Item (1941).
Film Alang-Alang sukses dan memacu kemajuan industri film masa itu dan disebut "Jungle film" pertama di Indonesia. Hadidjah mendapat julukan "Jungle Woman" sedangkan bintang laki-laki, Mochamad Mochtar, dijuluki "Tarzan van Java. Dalam film Cucu (1973), Hadidjah bermain bersama Halida Hatta (putri Bung Hatta).
Selain di dunia film, Hadidjah juga berbakat menyanyi, menari dan teater. Atas dedikasinya di dunia seni dan perfilman, Hadidjah mendapatkan penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
Kini, imbuh Fadli, Indonesia telah kehilangan satu lagi tokoh besar dunia seni dan perfilman.
"Semoga totalitas dan dedikasi Hadidjah dapat menjadi inspirasi dan ditiru oleh generasi masa kini," harapnya.