Jumat, 23 Januari 2026

Fenomena Indigo Diangkat ke Layar Lebar

Dewi (Asmirandah) cemburu buta. Hatinya benar-benar terbakar ketika Titan (Mischa Chandrawinata), pria yang menjadi pujaan

Penulis: Willem Jonata
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewi (Asmirandah) cemburu buta. Hatinya benar-benar terbakar ketika Titan (Mischa Chandrawinata), pria yang menjadi pujaan hatinya sudah punya pacar.

Fly (Jonas Rivanno), pria berjas putih tanpa alas kaki, yang tak kasat mata itu, sudah mengingatkannya untuk tidak jatuh hati kepada Titan. Menurut makhluk itu, Titan hanya ingin berteman dengannya. Namun, Dewi rupanya kadung jatuh cinta.

Kecemburuannya membuatnya kalap. Ia meminta Fly mencelakakan kekasih Titan. Dalam pertandingan bola basket, pacar Titan yang menjadi pemandu sorak itu, kemudian terjatuh. Kepalanya terbentur ke lantai.

Dewi memang berhasil melampiaskan kecemburuannya. Namun peristiwa itu tidak membuatnya senang. Penyesalan menghantuinya. Ia menyalahkan dirinya sendiri. Fly pun jadi sasaran kemarahannya.

"Aku ini hanya kekuatan pikiran kamu," ucap Fly kepada Dewi. Dari situ Dewi baru menyadari bahwa dirinya punya kekuatan psikokinesis.

Sedangkan Sisi (Prisia Nasution), seorang janitor di sebuah kampus itu, benar-benar kesal dituduh mengambil dompet milik Oki (Poppy Sovia) yang hilang. Padahal ia tak melakukannya. Namun, Sisi mengetahui keberadaan dompet yang hilang itu, hanya dengan menyentuh tangan Oki.

Oki mengagumi kemampuan Sisi yang bisa menerawang di masa lampau. Namun, Sisi berharap supaya Oki tidak memberitahukan kemampuannya itu kepada siapapun.

Sementara, Maya (Revalina S Temat) jago melukis. Ia bisa meramalkan nasib orang lain melalui lukisannya. Lain lagi dengan Flora (Taskia Namia) yang bisa melihat mahkluk asral.

Kisah di atas merupakan penggalan film omnibus berjudul "Isyarat" yang disutradarai oleh Reza Rahardian, Monty Tiwa, Asmirandah, Reza Rahadian, dan Donny Alamsyah. Film layar lebar perdana karya Lingkar Alumni Indie Movie itu, mengisahkan anak-anak muda yang memiliki kelebihan atau gifted people. Banyak orang menyebut mereka anak indigo.

Tema itu sengaja diangkat untuk mengungkapkan salah kaprah dalam masyarakat terhadap kemampuan indera keenam, yang sering dikaitkan dengan hal mistis.

"Ini justru sangat scientific," ucap Ray Nayoan, Tim Production Supervisor.

Para film maker melakukan riset dengan menemui orang yang diakui sebagai indigo. Hasil riset itu diolah menjadi ide cerita dan dimatangkan oleh penulis skenario.

Rina Damayanti, salah satu produser film ini, menambahkan Isyarat merupakan film pertama karya Lingkar Alumni Indie Movie dengan konsep Indie Movie goes to cinema.

"Dengan konsep ini, kami ingin sekali mengangkat tema unik yang wort talked about dan belum pernah diangkat ke layar lebar Indonesia," ucapnya.

Penasaran dengan karya anak-anak muda kreatif Lingkar Alumni Indie Movie? Saksikan film "Isyarat" di bioskop mulai 12 Desember 2013.

Tags
indigo
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved