Breaking News:

Farhat Abbas Lagi-lagi Gagal Lepaskan Diri dari Status Tersangka

Burhanuddin menyebutkan putusan hakim yang kembali tidak menerima permohonan praperadilan kliennya telah membuat status kliennya semakin tidak jelas.

TRIBUNNEWS/ACHMAD RAFIQ
El Jalaludin Rumi putra kedua Ahmad Dhani ketika menjadi saksi di sidang Praperadilan PN Jaksel, Rabu (23/9/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Valdy Arief

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kuasa hukum dari pengacara nyentrik Farhat Abbas, Muhammad Burhanuddin yang hadir pada sidang putusan praperadilan kliennya, menyatakan siap menghadapi sidang perkara pokok dugaan tindak pencemaran nama baik.

"Kami sudah siap menjalani sidang perkara pokok, dari pada membuang-buang waktu dengan praperadilan," kata Muhammad Burhanuddin usai sidang putusan praperadilan yang diajukan kliennya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2015).

Burhanuddin menyebutkan putusan hakim yang kembali tidak menerima permohonan praperadilan kliennya telah membuat status kliennya semakin tidak jelas.

"Dari pada (status Farhat Abbas) tidak jelas seperti ini lebih baik kami lanjutkan ke perkara pokok saja," katanya.

Namun selaku pengacara yang belum berkomunikasi dengan Farhat Abbas, kliennya, Burhanuddin menyebutkan semua tindakan selanjutnya dia serahkan pada mantan suami Nia Daniaty tersebut. "Tapi kalau Pak Farhat mau praperadilan lagi, kami ikut saja," katanya sambil terkekeh sedikit.

Sebelumnya pada sidang pembacaan putusan di Ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Hakim Yuningtyas Upiek tidak menerima permohonan praperadilan Farhat Abbas. Hal ini berarti upaya pengacara nyetrik tersebut untuk melepaskan diri dari status tersangka telah gagal dua kali.

Sebelumnya, pada Desember 2014, musisi Ahmad Dhani melaporkan Farhat Abbas ke Polda Metro Jaya karena kicauannya di sosial media terkait kecelakaan yang melibatkan anak Ahmad Dhani, dinilai sebagai tindakan mencemarkan nama baik.

Tidak terima ditetapkan sebagai tersangka, Farhat Abbas melakukan upaya praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, setelah melalui dua kali proses hukum ini, permohonannya masih belum diterima.

Penulis: Valdy Arief
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved