Selasa, 28 April 2026

Legislator dan Perwira TNI Diamankan

Sang Anak Sampai Mengigau, Arzetti: Kita Semua Harus Kuat

Meskipun telah dijaga, ternyata anak Arzetti mengetahui b‎ila ibundanya sedang mengalami masalah. "Anak saya malam, mengigau."

Tayang:
Editor: Robertus Rimawan
TRIBUNNEWS/SRIHANRIATMO MALAU
Arzetti ditemani suami saat konferensi pers, Rabu (28/10/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PKB Arzetti Bilbina mengakui kabar penggerebekan dirinya bersama seorang perwira TNI membuatnya terpukul.

Bahkan, ia mengaku belum menghubungi ibundanya untuk mengklarifikasi informasi tersebut.

"Ini menjadi keterpukulan ibu saya. Apalagi beliau sedang sakit. Saya minta maaf kepada beliau. Ibu tidak boleh memikirkan pemberitaan ini," kata Arzetti dalam jumpa pers di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Arzetty mengaku dirinya menjaga agar anak-anaknya tidak mendengar pemberitaan tersebut. Beberapa hari ini, kata Arzetti, anaknya dijaga oleh kakaknya.

Meskipun telah dijaga, ternyata anak Arzetti mengetahui b‎ila ibundanya sedang mengalami masalah. "Anak saya malam, mengigau."

"Saya peluk. Ibunya sedikit memprihatinkan, mereka sadar (ibunya) lagi drop. Kita semua harus kuat," ujar Arzetti yang didampingi suaminya Aditya Setiawan Wicaksono. ‎

Sebelumnya diberitakan, Aditya Setiawan Wicaksono atau Didit, suami artis peran sekaligus anggota DPR Arzetti Bilbina (39), membantah kabar yang menyebut bahwa istrinya berdua seorang pria telah digerebek di kamar sebuah hotel di Lawang, Malang, Jawa Timur, pada 25 Juni 2015.

Didit, yang seorang pengusaha, juga membantah kabar bahwa istrinya berselingkuh dengan pria itu.

Menurut Didit, kabar yang mulai beredar di kalangan wartawan Jawa Timur pada Senin (26/10/2015) itu kabar bohong.

"Tidak benar itu. Laporan itu Juni, bukan kemarin," terang Didit dalam wawancara per telepon, Senin ini.

Dalam kabar itu tercantum informasi bahwa penggerebekan tersebut dilakukan pada Minggu, 25 Juni 2015. Padahal, pada kalender, 25 Juni 2015 jatuh pada Kamis, bukan Minggu.

Didit membantah pula bahwa pada Minggu (25/10/2015) Arzetti berada di Malang. Sejak kemarin hingga hari ini, menurut Didit, Arzetti ada bersamanya di Jakarta.

"Mulai kemarin sama saya di Jakarta," ujarnya.

Pada Senin ini, beredar kabar bahwa Arzetti berdua seorang pria telah digerebek di kamar sebuah hotel di Lawang, Malang, Jawa Timur, pada 25 Juni 2015‎.

Klarifikasi Arzetti

Arzetti membantah kabar perselingkuhannya, ia kaget ketika berita itu merebak padahal yang terjadi tak seperti kabar yang merebak saat ini.

Menurut Arzetti, saat bertemu dengan Dandim Sidoarjo, model sekaligus Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), sudah datang bersama keluarganya. Dandim Sidoarjo datang dengan seragam dan mobil dinas ditemani ajudan.

"Di situ bukan hanya saya saja. Tapi beliau pun juga menggunakan baju dinas dan juga ada ajudan, mobil dinas," ujar Arzetti menegaskan.

Arzetti pun lagi bersama keluarga suami, Aditya Setiawan Wicaksono atau Didit, saat bertemu dengan Dandim.

"Karena mas Didit juga janji mau datang jemput saya. Kebetulan beliau (Dandim) duluan datang. Kemudian mas Didit datang tidak berselang lama, 25-30 menit kemudian mas Didit datang," jelasnya.

Karena itu, dia tegaskan tidak ada perselingkuhan antara dirinya dengan Dandim Sidoarjo. Karena mereka berdua tengah membahas rencana proposal dan program yang akan dilakukan Arzetti di Dapil Sidoarjo.

Arzetti pun mengisahkan kronologi sebenarnya mengenai kejadian saat itu.

Pada saat di tanggal 24 Oktober lalu, Arzetti bersama keluarga besar Fatayat NU, tengah mengikuti acara pisah sambut pengurus 2010-2015 ke 2015-2020.

Kebetulan Arzetti juga diminta menjadi pengurus di organisasi tersebut.

Sepulang dari acara, Arzetti memutuskan ke Lawang, Malang untuk bertemu suaminya Aditya Setiawan Wicaksono atau Didit dan Dandim Sidoarjo.

Pemilihan tempat di Lawang, kata Arzetti karena posisinya di tengah antara Bromo dan Bandara Juanda Surabaya. Pun Lawang adalah kota, tempat keluarga besar suami banyak berada.

"Karena saya pesawatnya malam dan suami juga ingin ketemu. Kita janjian karena keluarga besar kita banyak juga di Lawang, hidupnya di Lawang, keluarga besarnya juga di Lawang," kisah Arzetti.

"Saya janjian di titik tengah bersama dengan Pak Dandim. kebetulan karena Dapil saya Sidoajo."

"Karena waktu saya sedikit. Kita cari tempat yang ada terasnya. Disitulah kita berdiskusi membahas mengenai proposal dan program,"jelasnya kemudian.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved