Breaking News:

Pak Raden Meninggal

Kakak Kandung Berbagi Inspirasi Pak Raden untuk Jadi Pendongeng

Semasa kecilnya pria kelahiran Puger, Jember, Jawa Timur, selalu didengarkan cerita rakyat Indonesia oleh Ibundanya sebelum tidur.

TRIBUNNEWS.COM/VALDY ARIEF
Siswati, kakak kandung Pak Raden ketika menceritakan masa kecil adiknya di dekat rumah duka, Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (31/10/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Valdy Arief

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Siswati, kakak kandung Suyadi atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Raden menceritakan hal yang menginspirasi adiknya sehingga menjadi pendongeng legendaris Indonesia.

Semasa kecilnya pria kelahiran Puger, Jember, Jawa Timur, selalu didengarkan cerita rakyat Indonesia oleh Ibundanya sebelum tidur.

Menurut Siswati, Ibunya hanya membacakan beberapa cerita rakyat yang sama dan berulang-ulang semasa kecil mereka.

"Ceritanya selalu sama saja. Timun Emas, Roting Kuning, Joko Kendil, dan Joko Bodo. bolak balik itu saja, tapi kami semua dengarkan dengan senang sekali," kata Siswati di rumah almarhum Pak Raden di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).

Siswati yang oleh keluarganya disapa Bu Nuk, menilai cerita rakyat sarat makna, selalu diulang-ulang, dan didengarkan dengan antusias oleh Suyadi, adalah hal yang menginspirasi Pak Raden untuk menjadi pendongeng.

Cerita rakyat yang selalu diceritakan sang Ibu, juga didukung oleh daya ingat kuat pria yang oleh keluarganya dipanggil Pak Tuk, sehingga menjadikannya seorang pendongeng terkenal hingga akhir hayatnya.

"Pak Tuk itu, memorinya kuat sekali. Lagu dan cerita sewaktu kecil semua dia hafal. Sejarah dan cerita pewayangan juga dia hafal sampai detilnya," kata Bu Nuk.

Penulis: Valdy Arief
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved