Breaking News:

Pilgub DKI Jakarta

Kata Farhat Abbas Terlalu Dini Kalau Ahmad Dhani Jadi Gubernur DKI Jakarta

Farhat juga menilai bahwa Dhani mungkin tak menanggapi serius tawaran dari PKB itu kendati sudah menggelar konferensi pers.

TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Musisi Ahmad Dhani bersama Farhat Abbas pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/11/2015). Meski sudah berdamai di depan majelis hakim, namun bukan berarti ayah empat anak itu melunak. Dhani kekeuh untuk memberikan pelajaran kepada Farhat ke penjara. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Artis musik Ahmad Dhani (43) masuk bursa calon kepala daerah yang akan diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk Pilkada DKI Jakarta 2017.

Apa komentar Farhat Abbas (39), pengacara yang sedang beperkara hukum dengan Dhani?

"Saya enggak tahu, ini dagelan apa yang dilakukan oleh PKB untuk mencalonkan Ahmad Dhani," tutur Farhat seperti dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Farhat merujuk ke apa yang terjadi atas Raja Dangdut Rhoma Irama, yang juga pernah diajukan oleh PKB sebagai calon presiden.

"Ya, menurut saya terlalu dini kalau Ahmad Dhani mau," ujarnya.

"Rhoma Irama aja, yang surveinya bagus jadi calon presiden, diputus di tengah jalan sehingga ia keluar dari PKB," lanjutnya.

Farhat juga menilai bahwa Dhani mungkin tak menanggapi serius tawaran dari PKB itu kendati sudah menggelar konferensi pers.

"Ahmad Dhani kayaknya enggak serius, hanya heboh, yang penting masuk televisi aja. Bisa-bisa nanti kalau ada pemilihan Kapolri, dia mendaftar juga, direkomendasiin KPK. Dia mau aja kan," tuturnya lagi, lalu tertawa.

Selain itu, menurut Farhat, kekuatan suara PKB kurang di Jakarta.

"Itu hanya bahan ramean PKB aja, karena kan suaranya cuma enam kursi aja di Jakarta. Jadi, harus sadar diri lah. Ya, enggak mungkin lah," ujarnya.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved