Violinis Muda Indonesia Ini Aktif Kampanyekan Peduli Korban Narkoba

Kepedulian Cecillia Young terhadap korban narkoba diwujudkan lewat cara bergabung dengan Yayasan Sehat Menuju Bina Lanjut

Violinis Muda Indonesia Ini Aktif Kampanyekan Peduli Korban Narkoba
ISTIMEWA
Violinis profesional muda Indonesia, Cecillia Young. 

TRIBUNNEWS.COM - Ada kesibukan berbeda yang dikerjakan Violinis muda Indonesia, Cecillia Young beberapa waktu belakangan ini.

Gadis yang menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara pada Januari 2016 sialm tersebut, kini menggeluti kampanye peduli korban narkoba.

Kegiatan tersebut, jelas menambah kesibukan violinis yang lulus dengan IPK 3,97 tersebut. Saat ini, selain masih aktif dalam berbagai kampus, Cecillia juga terlibat di sejumlah program sosial PMI.

Kegiatan mengajar biola juga tak ia tinggalkan, sejumlah show di berbagai invitasi, juga ia lakukan.

Lalu, apa motivasinya menambah kesibukan dalam kampanye peduli korban narkoba tersebut?

"Bidang yang saya geluti di kesehatan (ilmu kedokteran) sangat relevan jika dari awal banyak dipergunakan untuk membantu dan menyelamatkan masyarakat Indonesia untuk menuju sehat jasmani maupun rohani," kata Cecillia.

Kepedulian Cecillia Young terhadap korban narkoba diwujudkan lewat cara bergabung dengan Yayasan Sehat Menuju Bina Lanjut (Sembilan) yang memfokuskan pada kegiatan 'aftercare' bagi korban narkoba.

"Contohnya peserta akan dibekali berbagai kegiatan seperti seminar, konseling individu, kelompok dll. guna menekan angka ke kambuhan, dan membangun rasa percaya diri untuk berperilaku sehat, mandiri dan kreatif dalam hidupnya. Peran keluarga sangat penting dalam men gembalikan fungsi sosial mantan pecandu," katanya.

Saat ini, sudah puluhan pengguna yang ia tangani bersama yayasan tersebut. Ke depan, kata Cecillia, ia akan melibatkan para dokter medis serta psikolog untuk program 'aftercare' tersebut.

Cecillia Young menyebut, narkoba kini telah menyusup ke berbagai kalangan lewat berbagai jenis dan kemasan. Sebagai informasi, kata dia, pada November 2015 pengguna narkoba di Indonesia telah mencapai 5,9 juta dan setiap hari ada 30-40 orang meninggal karena narkoba.

“ Ingat! penjara bukan solusi, masih banyak solusi lain ,karena narkoba bukan penyakit,“ katanya.

Untuk itu Yayasan Sembilan akan mengadakan acara Dialog Interaktif pada Sabtu, (4/6/2016), agar semua lapisan masyarakat dapat berdialog interaktif.

Dialog dihadiri oleh unsur berbagai unsur masyarakat dan instansi terkait.

"Dalam acara tersebut akan disampaikan apa sebenarnya narkoba itu? Apa pengguna harus ke penjara? Atau bagaimana? Lalu bagaimana dengan lingkungan sekitar menyikapi terhadap pengguna? Di sana dapat didiskusikan lebih jelas," kata Cecillia.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved