Mike Mohede Meninggal

Kenangan Ibunda Bersama Mike Mohede, Saat Emosi Doanya Keras

Amin Yudhayani Mohede alias Nini mengatakan masih terkenang dengan segala keseharian yang dilakukan putra bungsuya tersebut.

Kenangan Ibunda Bersama Mike Mohede, Saat Emosi Doanya Keras
Tribunnews/JEPRIMA
Suasana pemakaman Jenazah Mike Mohede di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (2/8/2016). Para pelayat tampak menangis mengiringi pemakaman Mike Mohede. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Achmad Rafiq

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepergian penyanyi solois, Mike Mohede untuk selamanya, masih menyisakan duka bagi keluarga, kerabat, sahabat serta penggemar.

Sang ibunda, Amin Yudhayani Mohede alias Nini mengatakan masih terkenang dengan segala keseharian yang dilakukan putra bungsuya tersebut.

Nini menuturkan, semasa hidup, Mike selalu diajarkan untuk tidak sombong dan selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan Tuhan kepada penyanyi yang kerap disapa Pike itu.

"Pike setiap mau pergi itu selalu kita berdoa sama-sama. Begitu dia pulang, kita berdoa lagi," ujar Nini ketika ditemui Tribunnews.com usai pemakaman Mike, di kediamannya, kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (2/8/2016) malam.

"Kalau saya ketiduran, dia nggak mau bangunin saya, tapi Pike tetap berdoa disamping saya. Kalau dia bangunin saya, saya tuh langsung bangun," sambungnya.

Nini menceritakan, pada saat kondisi anaknya tengah dalam emosi usai pulang bekerja, Mike tetap berdoa. Meskipun pada saat berdoa Nini lah yang memimpin doa tersebut.

"Terus kalau dia pulang lagi kesel, dia doanya kenceng. Tapi aku bilang, 'jangan (keras-keras), karena tuhan nggak suka'. Jadi yang berdoa aku, dia tinggal amin," tuturnya.

Wanita kelahiran tahun 1952 ini mengatakan, meskipun sejak menjadi juara Indonesian Idol anaknya menjadi terkenal, sifat dan kelakuan Mike tidak pernah berubah.

"Itu saya tanamkan ke anak-anak. Karena kita hidup kan diberi kenikmatan dan diberi apa yang kita mau. Kalau kita pengin sesuatu terus ada, itu kan dari Tuhan. Jadi kita harus ucapkan syukur," imbuhnya.

Seperti diketahui, penyanyi berusia 32 tahun itu meninggal pada Minggu (31/7/2016) sekitar pukul 17.30 WIB, lantaran terkena serangan jantung.

Mike sebelumnya sempat izin tidur siang usai bermain playstation dengan temannya. Namun tubuh Mike tiba-tiba membiru dan sudah tidak bernyawa saat tiba di Rumah Sakit Premier Bintaro, Sektor 7, Tangerang Selatan.

Pada Selasa (2/8/2016), jenazah Mike telah dimakamkan di Taman Pemakaman Umuk (TPU) Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Penulis: Achmad Rafiq
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved