Breaking News:

Kasus Gatot Brajamusti

Elma Theana: Saya Nggak Mau Membuka Aib Baru

Elma mengaku tak ingin memperlebar masalah, ia hanya ingin memberikan keterangan soal kasus narkoba, kepemilikan senjata api dan hewan langka.

Tribunnews/NurulHanna
(Dari kiri) Komisioner KPAI, Titik Haryati, Ketua KPAI, Asurorun Niam, Elma Theana, dan Ina Rachman di KPAI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Elma Theana mengaku hanya ingin fokus terhadap keterlibatannya sebagai saksi di sejumlah kasus Aa Gatot. Ia mengungkapkan enggan membuka aib baru Gatot.

Sekira dua jam berada di dalam ruangan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Elma Theana dan kuasa hukumnya menjawab pertanyaan awak media.

Elma mengaku enggan memberikan kesaksian di luar kasus Aa Gatot.

"Soal aib kita semua punya. Kalau diceritakan akan panjang lebar dan nggak akan membuat perkara ini jadi selesai. Saya nggak mau melebar dan membuka aib baru," ujar Elma di KPAI, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016)

Elma mengaku tak ingin memperlebar masalah, ia hanya ingin memberikan keterangan soal kasus narkoba, kepemilikan senjata api dan hewan langka, serta tindakan asusila.

Penguasa hukum Elma, Ina Rachman menjelaskan kedatangan Elma ke KPAI hanya memenuhi undangan.

"Kita ke sini karena dapat surat cinta terkait dugaan anak-anak di bawah umur itu. Kita ke sini karena pengaduan yang ada lebih dulu. Jadi bukan mbak Elma yang mengadu, ke sini untuk diskusi," ujar Ina.

Menurut ketua KPAI, Asrorun Niam, kedatangan Elma adalah untuk dimintai  keterangan karena mengenal sejumlah korban pencabulan Gatot Brajamusti

"Sore ini KPAI mengundang ibu Elma untuk hadir terkait dugaan adanya anak-anak yang terlanggar hak dasarnya. Terutama di lingkaran GB. Ini didasari pengaduan yang diterima KPAI," imbuh Asrorun.

Asruron menyimpulkan isi pertemuan yang dilakukan selama dua jam tersebut.

"Dari hasil pertemuan tadi ada 2 hal yang utama didapat. Adanya dugaan pelanggaran hak dasar anak dan upaya mengungkap penyalahan narkotika dan pencabulan terhadap anak," imbuhnya

Penulis: Nurul Hanna
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved