Breaking News:

Kasus Gatot Brajamusti

Kuasa Hukum Merasa Janggal, Tidak Ada Visum Tapi Gatot Brajamusti Sudah Jadi Tersangka Pencabulan

Gatot Brajamusti telah ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan pelecehan seksual oleh pihak kepolisian atas laporan korban berinisial CT.

Tribunnews/JEPRIMA
Mantan ketua PARFI Gatot Brajamusti saat menjalani pemeriksaan kepemilikan senjata api di Jajaran Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2016). Kasus kepemilikan senjata api ilegal ini berawal dari kasus narkoba yang menyeret Gatot Brajamusti. Pada penggeledahan yang dilakukan polisi di rumah Aa Gatot di kawasan Jakarta Selatan, polisi menemukan sejumlah narkoba dan senpi berikut amunisi aktif. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gatot Brajamusti telah ditetapkan sebagai tersangka atas tindakan pelecehan seksual oleh pihak kepolisian atas laporan korban berinisial CT.

Namun, kuasa hukum Gatot Brajamusti merasa tidak ada pernyataan dari kliennya saat memberikan kesaksian yang membenarkan adanya tindakan tersebut.

Achmad Rifai, membeberkan pertanyaan apa saja yang didapat pria yang ditangkap polisi sejak 28 Agustus lalu itu.

Ia menjelaskan kalau Gatot Brajamusti menyatakan kalau CT sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelumnya bukan dengan Gatot Brajamusti.

"Ada miskom dalam proses hukum, kalau ada dugaan tersebut, yang dipakai bukan tes DNA," ucap Achmad Rifai saat ditemui di Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/11/2016).

Kemudian Gatot Brajamusti ditanya apakah siap jika melakukan tes DNA, dan ia pun mengaju siap.

"Lalu Gatot ditanya "Siap tes DNA?" Dijawab siap," ucap Achmad Rifai.

Maka jika ingin meminta pengakuan atas anak yang lahir dari CT, pihak Gatot Brajamusti berharap bukan melaporkan tapi menunjukkan hasil visum karena tes DNA telah menunjukkan tidak adanya pelecehan seksual.

"Artinya kalau kemudian ingin dapat pengakuan anak, bukan dengan cara melaporkannya. Lalu dengan ada dugaan pemerkosaan, tes DNA tidak menunjukkan pelecehan seksual. Yang bisa mengindikasikan itu tes visum, selama ini tidak ada tes visum," ujar Achmad Rifai.

Penulis: Apfia Tioconny Billy
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved