Breaking News:

Tips Parenting dari Donna Agnesia dan Darius, Anak Multilingual

Tumbuh kembang anak sangat berpengaruh pada pembentukan karakter dan potensi anak.

Instagram
Wajah pasangan Donna Agnesia dan Darius Sinatrya bersama ketiga anak mereka 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Tumbuh kembang anak sangat berpengaruh pada pembentukan karakter dan potensi anak.

Dalam sebuah keluarga, si kakak memiliki karakter berbeda dengan si adik, karenanya cara orangtua merespons kebutuhan masing-masing pun takkan sama.

Karena anak memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, setiap keluarga juga punya pola asuh yang tak seragam.

Pengasuhan yang cocok diterapkan orang lain, belum tentu bisa diaplikasikan keluarga Anda. Namun tak tertutup juga kemungkinan kalau gaya pengasuhan bisa diadaptasi keluarga lainnya.

Hal ini juga dialami pasangan artis ibukota Donna Agnesia dan Darius Sinathrya. Pasangan yang juga brand ambassadors English First (EF) ini harus membesarkan 3 anaknya yang multibilingual atau memahamibahasa lebih daei 1. Dikatakan Donna, ketiga anaknya terbiasa berkomunikasi dengan bahasa Inggria setiap hari.

Hal ini tak lepas dari pola asuh keduanya yang rajin memberikan stimulasi bagi ketiga anaknya melalui berbagai cara.

“Sebisa mungkin kami mengajak mereka berkomunikasi dalam bahasa Inggris di rumah, bermain pun dengan menggunakan bahasa lnggris, lama-lama akhimya anak-anak jadi terbiasa,”ungkap Donna dalam talkshow bertajuk “How to Help Your Kids Learn English” yang digelas English First di Pakuwon mall, Sabtu (15/7/2017).

Namun sebagai orangtua yang sibuk Donna dan Darius menyadari ketiga anaknya membutuhkan lingkungan berbahasa lnggris yang suportif selain di rumah. Apalagi mereka kerap tidak bisa menemani anak-anak belajar atau bermain sepulang sekolah.

“Dengan keterbatasan waktu sebagai orangtua yang cukup sibuk, kami mempercayakan EF sebagai partner dalam mendidik ketiga anak kami berbahasa lnggris sejak tahun 2012,” ujar Darius.

Sebagai penyedia jasa kursus bahasa lnggris, EF English First menjadi pilihan para orangtua dalam mendidik anak-anak menjadi generasi multilingual. EF menekankan kurikulum yang berfokus pada perkembangan anak secara individu, dengan melibatkan kegiatan belajar mengajar yang menstimulasi kemampuan anak berbahasa lnggris, baik secara lisan, tulisan, maupun kemampuan mendengarkan.

“Kurikulum dan guru-gum di EF mengakomodir semua kebutuhan anak sesuai usia melalui cara yang menyenangkan, sehingga anak-anak tidak merasa bosan belajar bahasa lnggris. Hasilnya ketiga anak kami mampu berkomunikasi dalam bahasa lnggris dengan percaya diri. Nilai bahasa lnggris mereka di sekolahpun sangat baik,” tutup Darius.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved