Penganiayaan Anak Artis

Jeremy Thomas Selalu Memantau Putranya Agar Jauhi Narkoba

Jeremy mengatakan bahwa bukti transfer uang anaknya adalah untuk membeli kaos mahal, dengan merek Supreme.

Jeremy Thomas Selalu Memantau Putranya Agar Jauhi Narkoba
Tribunnews/JEPRIMA
Selebritis Jeremy Thomas didampingi kuasa hukumnya Yanuar Bagus Sasmito saat mendatangi Pelayanan Propam Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/7/2017). Kedatangan Jeremy Thomas untuk melaporkan empat orang diduga oknum polisi yang diduga menyekap dan menganiaya putra Jeremy, Axel Matthew, di Hotel Crystal, Kemang, Jakarta. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak kepolisian Polda Metro Jaya, menyatakan telah mengantongi bukti transfer pembelian narkoba jenis Happy Five atas nama putra sulung aktor Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas.

Dari bukti tersebut, Axel diketahui mentransfer uang sejumlah 1,5 juta demi mendapatkan Happy Five.

Menampik hal tersebut, Jeremy mengatakan bahwa bukti transfer uang anaknya adalah untuk membeli kaos mahal, dengan merek Supreme.

Ia juga menegaskan selama ini putranya tersebut tak luput dari pantauan, terlebih dalam hal pergaulan.

"Tidak dipungkiri saya memonitor dia (Axel) buat masalah narkoba. Saya perhatikan teman temannya dia. Saya perhatikan dia dengan benar. Saya tidak munafik di situ," kata Jeremy Thomas ditemui di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (17/7/2017) malam.

Ayah dua anak itu juga tak segan bertindak tegas, jika ada peristiwa yang dianggapnya tak wajar.

"Kalau ada hal yang menurut saya menyimpang, saya ingatkan dengan tegas dan keras. Saya pantau," lanjutnya dengan nada tegas.

Jeremy pun menyayangkan tindak penganiayaan putranya oleh anggota Satuan Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (15/7/2017) malam.

Dari cerita Jeremy, malam itu Axel diseret, dicekik dipukul, diseret dan dipaksa mengakui dirinya memiliki narkotika.

Bagi Jeremy, seharusnya pihak kepolisian yang baik akan menjalankan prosedur penangkapan yang tepat, bukan dengan tindakan kekerasan.

"Tapi tidak dirusak mentalnya secara brutal seperti itu. Saya ingin menegaskan kembali kalau Axel tidak ditangkap (karena narkotika). Axel diarahkan ke sana. Dan Axel dicekik, disuruh masuk ke mobil. Tanpa (anggota kepolisian) menunjukkan identitas atau surat, dan dipaksa mengaku dan dilepaskan dengan tidak ada barang bukti. Itu fakta di lapangan yang terjadi," katanya.

Penulis: Nurul Hanna
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved