Kisah Nisrina, Mantan Artis Cilik yag Kii Terjun Jadi Aktivis HAM

mantan artis cilik Nisrina Nadhifah Rahman memutuskan diri menjadi aktivis pejuang Hak Asasi Manusia (HAM).

Penulis: Nurul Hanna
Tribunnews.com/Nurul Hanna
Mantan artis cilik Nisrina Nadhifah Rahman saat ditemui di acara Aksi Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berawal dari keresahannya terhadap isu kesenjangan gender serta feminisme, mantan artis cilik Nisrina Nadhifah Rahman memutuskan diri menjadi aktivis pejuang Hak Asasi Manusia (HAM).

Wanita berusia 23 tahun ini, dulu dikenal sebagai pemeran Siti di sinetron Entong.

"Sebenarnya kalau bicara personal, ibu aku penyintas kekerasan dalam rumah tangga. Dia struggling for so many years, dan aku adalah anak yang ngerasa ada permasalahan yang lebih besar dari pada ini. Ada kesetaraan gender dan lain-lain," kata Nisrina kepada Tribunnews, saat ditemui di acara Aksi Kamisan di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2017).

Nisrina menyadari, ada masalah lain yang membuat keresahannya semakin menguat. Yakni soal penyelesaian kasus pelanggaran HAM, yang masih dijadikan wacana oleh pemerintah.

"Ada masalah lain yang lebih sucks, yang bikin aku mikir kita semua terhubung sama HAM dan kita punya PR (Pekerjaan Rumah) buat jadikan semua itu menjadi realitas," lanjutnya tegas.


Berangkat dari niat tersebut, Nisrina akhirnya memutuskan untuk bergabung menjadi relawan sejak SMP.

Ia yang menempuh pendidikan home schooling pun memiliki banyak waktu untuk menuliskan serta gabung dalam sebuah lembaga riset dan majalah non profit.

Keyakinan Nisrina untuk tetap menjadi aktivis bertambah, saat ia mewawancarai Maria Sanu.

Maria adalah ibu yang masih menanti keadilan, sebab kuat dugaan anaknya dibakar hidup-hidup di Yogyakarta Plaza, Mei 1998 lalu.

"Ibu Maria baru satu dari ibu-ibu yang menjadi korban pelanggaran HAM, masih banyak ibu-ibu selain dia," kata Nisrina.

Kini Nisrina pun tergabung menjadi salah satu staf di Kontras (Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan).

Ia juga berkontribusi dalam aksi Kamisan, yang digelar oleh para korban pelanggaran HAM, setiap Kamis sore di seberang Istana Negara.

Disinggung soal sampai kapan ia siap mengabdikan diri menjadi aktivis, Nisrina menjawab mantap.

"Masih panjang sih, akan selalu ada tantangannya besar maupun kecil. Kita sebagai orang yang ada di dalam (keresahan soal HAM), bukan soal kapan tapi mau se-total apa berkontribusi. Menurut saya semua orang bisa berkontribusi terhadap HAM," katanya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved