Komika Acho Bingung Cara Menjualnya, Apartemen yang Dibelinya Tanpa Sertifikat

Hingga kini pihak Apartemen Green Pramuka City belum memberi sertifikat kepemilikan sebagaimana ia tuliskan pula di blog pribadinya.

Komika Acho Bingung Cara Menjualnya, Apartemen yang Dibelinya Tanpa Sertifikat
Regina Kunthi Rosary/Tribunnews.com
Muhadkly Acho ditemui di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017). 

Muhadkly Acho menjelaskan pula tekanan psikologis seperti apa yang dirasakannya.

"Saya, mungkin, lebih takut kayak misalnya, nanti saya tinggal di situ, tapi harus menghadapi orang-orang yang sebetulnya sedang melakukan penuntutan kepada saya. Secara psikologis, kan, kayaknya nggak enak aja. Ketemu lagi sama security atau apa, lau juga surat panggilan yang tiba-tiba bisa datang. Buat saya, itu mengganggu psikis. Jadi, saya serahkan semua ke kuasa hukum. Biar saya beristirahat ke rumah yang lain," tuturnya.

Kendati demikian, Muhadkly Acho mengaku akan tetap kembali tinggal di unit apartemennya ketika permasalahan tersebut telah rampung.

Seperti telah diberitakan, awalnya, pada 8 Maret 2015, Muhadkly Acho menulis kekecewaannya dalam tulisan berjudul "Apartemen Green Pramuka City dan Segala Permasalahannya" di blog pribadinya, muhadkly.com.

Pada 5 November 2015, Danang Surya Winata selaku kuasa hukum PT Duta Paramindo Sejahtera melaporkan Muhadkly Acho ke polisi atas dugaan melakukan pencemaran nama baik sesuai Pasal 27 ayat 3 UU ITE serta Pasal 310 dan 311 KUHP.

Barulah pada 26 April 2017, Muhadkly Acho menerima panggilan dari Cyber Crime Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi kasus pencemaran nama baik tersebut.

Muhadkly Acho kemudian menerima surat panggilan polisi untuk diperiksa sebagai tersangka pada 9 Juni 2017.

Muhadkly Acho sempat mengupayakan mediasi, namun gagal.

Ia pun kembali ke Polda Metro Jaya pada 17 Juli 2017 untuk pengambilan sidik jari dan foto tersangka.

Pada 7 Agustus 2017, berkas kasus tersebut dinyatakan lengkap oleh kepolisian dan Muhadkly Acho dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.

Kini, Kejari Jakarta Pusat telah menerima pelimpahan perkara yang menjerat Muhadkly Acho tersebut.

Selanjutnya, jaksa penuntut umum (JPU) akan meneliti dan mempelajari berkas itu sebelum pada akhirnya memutuskan dilimpahkan ke pengadilan atau tidak.

Penulis: Regina Kunthi Rosary
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved