Breaking News:

Ruqyah: The Exorcism, Film Horor Berdasarkan Kisah Nyata Artis Ibu Kota

Sang artis sendiri pula yang mengisahkannya langsung pada Jose Poernomo, sutradara film Ruqyah: The Exorcism.

youtube
Ratu Azalia, Mega Carefansa, dan Evan Sanders ketika bertandang ke Kantor Redaksi Tribunnews, Palmerah, Jakarta Barat, dalam rangka media visit film Ruqyah: The Exorcism, Senin (25/9/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Regina Kunthi Rosary

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah kebangkitan perfilman Indonesia, Ruqyah: The Exorcism hadir sebagai film horor yang diangkat dari kisah nyata.

Lebih menariknya, kisah nyata bernuansa gaib tersebut dialami oleh seorang artis ibu kota.

Sang artis sendiri pula yang mengisahkannya langsung pada Jose Poernomo, sutradara film Ruqyah: The Exorcism.

Hal itu dituturkan oleh aktor Evan Sanders ketika dirinya bersama aktris Ratu Azalia dan Mega Carefansa bertandang ke Kantor Redaksi Tribunnews, Palmerah, Jakarta Barat, Senin (25/9/2017).

"Cerita ini termasuk dalam genre film horor, tapi yang bikin film ini spesial adalah karena diangkat dari kisah nyata. Jadi, ceritanya ini adalah pengalaman seorang pekerja seni yang ada di Jakarta, diceritakan ke sutradara, lalu diangkat ke layar lebar. Orang Indonesia mungkin awam dengan istilah 'susuk' segala macam yang digunakan orang agar tenar. Inilah yang diangkat," ujar Evan Sanders.

Evan Sanders dalam film produksi MD Pictures tersebut, berperan sebagai seorang jurnalis bernama Mahisa yang bertugas meliput hal-hal berbau klenik.

Sementara itu, aktris Celine Evangelista berperan sebagai Asha, seorang artis ibu kota yang tanpa sadar diberi muatan roh gaib dalam dirinya oleh sang ibu.

"Celine adalah tokoh sentral di kisah ini. Dia seorang artis ibu kota terkenal yang menggunakan klenik sebagai sarana untuk jadi populer. Tapi, dia tidak tahu dalam tubuhnya menggunakan susuk dan sebagainya," tutur Evan Sanders.

Kumala, ibunda Asha, diperankan oleh Mega Carefensa, sedangkan Ratu Azalia berperan sebagai adik Asha.

Pertemuan Asha dan Mahisa pun membawa mereka kepada upaya mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi dan bagaimana mengatasinya.

"Horor yang benar-benar real life, tuh, kayak gini. Itu yang mau kami coba bawakan. Ini film yang beda angle horornya. Ini real story yang terjadi pada seseorang, yang dia sendiri mengalami yang diomongin orang. Seramnya lain, deh, pokoknya. Bukan seram yang dikasih muka hantu di-zoom. Tonton aja," ucap Evan Sanders.

Film yang diproduseri oleh Manoj Punjabi ini akan tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 5 Oktober 2017.(*) 

Penulis: Regina Kunthi Rosary
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved