Lantun Orchestra Rilis Album Respon Ruang Terhadap Kota Jakarta
Album terbaru Lantun Orchestra berisi tujuh lagu dan komposisi yang ditulis dan di-aransemen oleh musisi muda Chaka Priambudi yang juga kreatornya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Nyok, Melantun Keliling Jakarte!
Mari, melantun bersama Lantun Orchestra!
Ajakan tersebut kembali hadir setelah penantian cukup lama.
Tahun 2014 lalu, kita mengenal Lantun Orchestra melalui mini album dengan nama yang sama dengan identitas mereka: Lantun Orchestra.
Kemunculannya memberikan angin segar dan selalu disambut dengan antusias bagi para penggiat musik.
Tak hanya hadir dengan tampilan unik melalui kostum panggung berbalut kebaya dan batik, Lantun Orchestra pun memberikan perpaduan musik tradisi Betawi dan Jazz yang nikmat didengar semua kalangan.
Tetapi, tentu ada yang kembali berbeda dari Lantun Orchestra. Tepatnya, 1 November lalu, Lantun Orchestra menjawab kerinduan fans-nya dengan album berkonsep “Respon Ruang terhadap Kota Jakarta.”
Baca: 63 Pasangan Siap Dihalalin Massal di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
Jadi, tak heran kalau mereka menampilkan potret yang khas dari kehidupan urban berupa jemuran gantung.
Desain bergaya pop art bercorak warna-warni neon pada cover-nya, menjadikan pemandangan umum yang lekat dengan permukiman padat penduduk itu punya kesan artistik.
Album terbaru Lantun Orchestra berisi tujuh lagu dan komposisi yang ditulis dan di-aransemen oleh musisi muda Chaka Priambudi yang juga kreatornya.
Lantun Orchestra bukanlah grup band, melainkan sebuah ide yang dikembangkan Chaka sebagai bentuk partisipasi kolektif musisi muda dan inovasi dalam menjawab tantangan terhadap pengembangan musik tradisi dan populer saat ini.
“Hal paling berkesan adalah sesi rekaman yang dilakukan secara live di Art Sound Studio di Jakarta. Ada momen di mana kita semua mengalami kondisi tegang karena persiapan latihan yang singkat. Namun, berkat kinerja profesional berbagai pihak, segalanya terasa lancar dan efektif satu hari untuk satu album,” ungkap Chaka mengutarakan pengalaman paling menyenangkan dalam proses pembuatan album.
Warung, Pecinan, dan Kutunggu Kau di Salemba menjadi tiga lagu andalan Lantun Orchestra di album tersebut. Ketiganya menjadi favorit di antara para pendengar karena berlirik dan bervokal.
Sementara komposisi lain yang banyak mendapat respon positif, adalah Topeng Monyet dan Nasi Kuning.
"Melalui lagu dan komposisi pada album itu Lantun Orchestra tak hanya hendak mengajak kita berkeliling menikmati nuansa Jakarta, tetapi pula sajian rasa musik yang variatif dengan alunan gambang kromong, ballad, smooth jazz, hingga dangdut," katanya.
Chaka mengkategorikan genre Lantun Orchestra sebagai #BetawiJazz.
Baca: Robot Pimpin Pertunjukan Orkestra di Italia
Pada album terbarunya, Lantun Orchestra menggandeng para musisi tamu, seperti Arief Setiadi sebagai pemain saksofon senior dan Imelda Rosalin sebagai pemain akordeon.
Album Lantun Orchestra telah tersedia dalam bentuk CD serta dapat diakses melalui iTunes, Spotify, dan Deezer.
Web : LantunOrchestra.com
Instagram : lantun_orchestra
Twitter : @lantunorchestra
Kontak : Sarah Isya (0813 1430 2xxx)
Chaka Priambudi Wicaksono (Chaka) adalah seorang musisi yang dikenal sebagai pemain doublebass, arranger, komposer, serta sebagai pendiri Lantun Orchestra.
Chaka mulai bermain musik sejak masih remaja, instrumen pertamanya adalah gitar.
Pada awalnya ia belajar secara otodidak, pada saat yang bersamaan ia juga mulai memainkan bass elektrik. Ketika usia 19 tahun, Chaka belajar bermain doublebass di Sekolah Tinggi Musik Bandung.
Ketika di Bandung ia mulai belajar musik jazz dari musisi senior Imam Pras di program Lab Jazz Weekly.
Setahun kemudian ia memutuskan untuk pindak ke Jakarta dan menempuh pendidikan sarjana musik di Institut Musik Daya Indonesia jurusan double bass dan piano.
Pada periode ini Chaka juga mulai dikenal sebagai session player di Jakarta. Chaka telah tampil bersama beberapa musisi jazz terbaik di Ibu Kota.
Ia pernah bermain dengan Idang Rasjidi, Riza Arshad, Wolfgang Hafner (Jerman), Imelda Rosalin, dll. Chaka juga pernah tergabung sebagai anggota ILQ (Indra Lesmana Quintet).
Sebagai session player Chaka Ia juga cukup aktif membantu musisi musisi lain antara lain : Jakarta Concert Orchestra (JCO), Monita Tahalea dan The Nightingales, Dewi "dee" Lestari, Sierra Soetedjo, Aditya Sofyan, Glenn Waas, Mian Tiara, Triartet Sandy Winarta, Robert MR Quartet, RSD (Rida Sita Dewi) dan Dwiki Dharmawan World Peace Band.
Baru baru ini Chaka berkolaborasi dengan maestro keroncong Sundari Soekotjo dan putrinya Intan Soekotjo di Pekan Komponis Indonesia dan KEDJORA.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/chaka-priambudi_20171116_171826.jpg)