Pendapat Kak Seto Soal Tudingan Negatif Film Naura & Genk Juara

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi angkat bicara perihal tudingan negatif untuk film 'Naura & Genk Juara'.

Pendapat Kak Seto Soal Tudingan Negatif Film Naura & Genk Juara
Syahrizal Sidik
Seto Mulyadi, memberikan keterangan kepada awak media terkait fenomena nikah dini saat menghadiri acara halal bihalal dan peringatan hari anak nasidi Gedung Konvensi, Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto angkat bicara perihal tudingan negatif untuk film 'Naura & Genk Juara'.

Menurut Kak Seto, orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan nilai positif ke buah hati.

Termasuk memberikan pemahaman terkait agama.

Baca: Saat Ramai Disebut Pelakor, Beredar Foto Jennifer Dunn Pakai Baju Pengantin dan Pamer Buku Nikah

"Setiap masalah selalu ada penilaian. Bagaimana kita berikan pandangan ke anak, kasih hal yang positif. Jangan cenderung dicari-cari sesuatu yang cenderung tidak relevan. Muslim tidak selalu yang jenggotan, dan lain-lain. Banyak yang klimis juga Islamnya bagus," kata Kak Seto ditemui dalam jumpa pers di kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (22/11/2017) malam.

Menurut Kak Seto pula, sebaiknya masyarakat tidak mempersempit nilai agama tertentu.

"Jangan mempersempit nilai Islam. Islam adalah agama yang damai. Agama yang sangat mengedepankan persahabatan. Film ini justru sudah menunjukkan, jangan lihat kulitnya, tapi isinya yang paling dalam," lanjut dia.

Naura & Genk Juara
Naura & Genk Juara ()

Kak Seto sebelumnya telah ikut menonton film yang dibintangi anak dari penyanyi Nola B3 itu.

Ia turut serta menonton bersama sejumlah awak media.

Menurut Kak Seto, film Naura & Genk Juara mengandung unsur pendidikan dan seni yang jarang ditemui dalam tayangan untuk anak-anak belakangan ini.

Kak Seto pun berharap sineas tanah air tidak dihentikan kreativitasnya dalam menggarap film serupa.

"Film ini menerima kritikan silakan, tapi mohon jangan terkesan hanya dicari-cari yang justru akan mematikan kreativitas produser-produser yang sudah mencoba di tengah kekosongan film anak, mencari jalan, terus dimatikan. Tidak baik dampaknya untuk anak-anak Indonesia," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar unggahan status seorang warganet yang mengungkap kekecewaan terkait beberapa adegan di film Naura & Genk Juara.

Menurut pemilik akun Nina Asterly itu, adanya karakter penjahat dalam film tersebut dinilai mendiskreditkan Islam.

Penulis: Nurul Hanna
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved