Bukan Dibunuh, Bruce Lee Ternyata Tewas Karena Penyakit

Sayang, kematian Bruce secara tiba-tiba pada 20 Juli 1973, sangat mengejutkan penggemarnya di seluruh dunia. Bagaimana tidak, saat berada di puncak k

Bukan Dibunuh, Bruce Lee Ternyata Tewas Karena Penyakit
capture video

TRIBUNNEWS.COM, HONG KONG - Bruce Lee, dikenal sebagai seniman beladiri dan aktor film laga dunia. 

Ia merupakan pria yang ramah dan baik hati. Pria berbadan kekar ini sangat mencintai alam.

Sayang, kematian Bruce secara tiba-tiba pada 20 Juli 1973, sangat mengejutkan penggemarnya di seluruh dunia.

Bagaimana tidak, saat berada di puncak karir, pria ini justru diberitakan meninggal dunia.

Ada banyak spekulasi yang berkembang mengenai kematian sang legenda bela diri itu.

Baca: JakPro Bantah Proyek LRT Jadi Penyebab Banjir di Jalan Protokol Jakarta

Beberapa media mengatakan jika dia meninggal akibat aneurima otak.

Sementara lainnya mengatakan dia dibunuh oleh gangster China, Triad.

Keyakinan ini terus dipercayai penggemar, sampai kemudian penyebab sebenarnya terungkap.

Bruce Lee diyakini mengidap Cerebral Edema.

Sebuah penyakit yang menyebabkan pembengkakan di otak manusia yang mengakibatkan pola perilaku yang tak biasa.

Penyakit ini ditandai dengan kesulitan bernapas yang dialami penderitanya.

Baca: Meghan Markle Sewa Mantan Bodyguard Michael Jackson, Untuk Apa?

Edema Selebral menjadi alasan mengapa Bruce Lee pingsa berkali-kali selama proses produksi film.

Di hari kematiannya, Bruce Lee bertemu dengan produser terkenal, Raymond Cho di Hongkong untuk membahas film, Game Death.

Pertemuan diadakan pada pukul 04.00 dan saat itu tiba-tiba Lee menderita sakit kepala yang parah.

Kondisinya yang terus memburuk membuat sahabat Lee, Betty Ting Pei, memberikannya obat analgesik.

Yakni kombinasi antara obat Aspirin dan Meprobate.

Bukannya sembuh, sakit kepalanya semakin parah.

Lee yang seharusny bertemu dengan aktor George Lazenby untuk diskusi film, akhinya dilarikan ke rumah sakit Queen Elizabert.

Namun nasib berkata lain, dia akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Baca: Ketua Fraksi PKS: Janji Ekonomi, Pemerintah Harus Kerja Keras Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Pada penyelidikan lebih lanjut menemukan jika Aspirin dan Meprobamate memiliki reaksi alergi.

Dimana menyebabkan peningkatan ukuran otak sebesar 13 persen.

Reaksi berbahaya ini juga menyebabkan peningkatan cairan serebrospinal, yang mengakibatkan kematian sang legenda. (TribunTravel/Ambar Purwaningrum)

Editor: Samuel Febrianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved