Breaking News:

Artis Terjerat Narkoba

Polisi Ketahui Jennifer Dunn Pesan Sabu Melalui Aplikasi Pesan Berbalas di Ponsel

Dari hasil sitaan barang bukti telepon selular yang diduga milik FS, diketahui ada percakapan yang menunjukkan Jennifer Dunn memesan sabu.

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap aktris Jennifer Dunn dan pengedar narkotika jenis sabu berinisial FS.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan kronologi penangkapan Jennifer dan FS.

Bermula dari informasi yang dihimpun masyarakat, yang menyatakan, di kediaman FS, Jalan Rukun, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kerap digunakan transaksi narkotika dan obat-obatan.

Sekitar pukul 16.00 WIB, anggota Subdit I Narkotika Ditnarkob Polda Metro Jaya hendak melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap FS di kediamannya.

Hal tersebut dinyatakan Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2017).

Dari saku celana FS, polisi mendapati barang bukti 1 kotak bekas rokok yang di dalamnya berisi 1 plastik klip berisikan narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 0,6 gram, dan 1 unit HP merek Samsung sebagai alat komunikasi pemesanan sabu milik FS oleh Jennifer Dunn.

Dari hasil sitaan barang bukti telepon selular yang diduga milik FS, diketahui ada percakapan yang menunjukkan Jennifer Dunn memesan sabu.

Polisi melakukan pengembangan kasus. Menelusuri kebenaran, bahwa sabu merupakan pesanan dari Jennifer Dunn.

Polisi pun menyambangi kediaman JD di Jalan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (31/12/2017) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Dari tersangka Jennifer Dunn ditemukan barang bukti yang ditemukan sedotan dan unit ponsel," ujar Argo.

Menurut pengakuan FS, Jennifer Dunn sudah melakukan pemesanan sabu sebanyak sepuluh kali.

Jennifer Dunn mengakui bahwa barang bukti yang diakui dari FS sudah di pakai olehnya. Atas perbuatannya, FS dan Jennifer Dunn dikenakan Pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun," ujar Argo.

Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved