Breaking News:

Artis Terjerat Narkoba

Analisis Psikologis di Balik Senyum dan Perangai Jennifer Dunn

mereka yang tertangkap karena kasus narkoba seringkali bereaksi serupa, tidak menunjukkan penyesalan.

Wartakota/Henry Lopulalan
Artis Jennifer Dunn dihadirkan saat dilakukan rilis pengungkapan kasus narkoba di Mapolda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2018). Kelihatan ia berbicara menyampaikan pengalamannya dengan gembira. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Senyuman pesinetron Jennifer Dunn saat konferensi pers di Jakarta kemarin Selasa (2/12/2017) usai ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan narkotika dan bahan obat berbahaya (narkoba), tak begitu saja terjadi.

Ada beberapa kemungkinan alasan di balik hal ini. 

Kepala Bagian Psikologi Polda Metro Jaya, Hary Prasetya, Psi, MPsi mengatakan salah satu kemungkinanya adalah upaya menutupi suasana hati yang sebenarnya. 

"Tersenyum atau tertawa (seperti yang ditunjukkan Jennifer Dunn) belum tentu mengekspresikan suasana hati yang senang atau gembira, bisa juga merupakan reaksi untuk menutupi suasana hati yang sebenarnya, biasanya karena tuntutan situasi lingkungan sekitar," ujar dia dilansir ANTARA News, Selasa (2/12/2017) malam. 

Hary tak menampik adanya potensi Jennifer gelisah dan mencoba menutupi kegelisahaan itu.

Terlebih, profesinya selama ini merupakan seorang yang terbiasa memerankan suatu watak walau memang bukan karakter sebenarnya.  

"Bisa juga untuk menutupi kegelisahan, jangan lupa dia seorang artis yang biasa memerankan suatu watak tertentu yang bukan karakter sebenarnya," kata Hary. 

Kemungkinan ketiga ialah karena terbiasa menghadapi situasi serupa.

Sebelumnya, Jennifer sudah dua kali tersandung kasus narkoba yakni ekstasi pada tahun 2009 dan ganja pada tahun 2005.

"Namun bisa juga yang bersangkutan merasakan bahwa hal yang dihadapi bukan merupakan peristiwa luar biasa. Ini kan bukan kali pertama dia ditangkap karena narkoba," tutur Hary.

Awal tahun 2018 ini Jennifer terjerat dalam kasus kepemilikan sabu dan si pesakitan justru tak menampakkan rasa bersalahnya.

Dia justru tersenyum. Menurut Hary, efek penggunaan narkoba bisa menjadi kemungkinan lainnya.

"Tidak tertutup kemungkinan begitu (mengalami masalah psikologis) ,efek dari penggunaan narkoba antara lain kurang dapat merasa bersalah, tidak menyesal, permisif terhadap pelanggaran norma dan lainnya," papar dia.

Bukan hanya Jennifer, Hary menuturkan, mereka yang tertangkap karena kasus narkoba seringkali bereaksi serupa, tidak menunjukkan penyesalan. (Antara/Warta Kota)

Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved