Breaking News:

Royalti LMK KCI

Ratusan Pencipta Lagu Dari Berbagai Genre Terima Royalti LMK-KCI

Para pencipta lagu yang memberikan kuasa di Lembaga Manajemen Kolektif (LMK -KCI), mulai Senin 6 Agustus 2018 mendatangi kantor KCI

TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Para pencipta lagu yang memberikan kuasa di Lembaga Manajemen Kolektif (LMK -KCI), mulai Senin 6 Agustus 2018 mendatangi kantor KCI di kawasan Duta Mas ITC Fatmawati, Jakarta Selatan atas undangan manajemen LMK-KCI untuk menerima royalti Hak Cipta (performing right). 

Meski masih banyak kendala yang dihadapi LMK KCI, namun semua akhirnya merasa lega karena pada akhirnya uang yang berhasil dihimpun di LMK-KCI bisa didistribusikan. Hal itu tidak hanya dirasakan oleh pihak pengurus maupun manajemen LMK KCI, tetapi dirasakan langsung para pemberi kuasa yaitu para pencipta lagu. Beberapa pencipta lagu  yang datang di hari pertama pun sempat mengungkapkan perasaanya kepada para awak media yan meliput.

Papa T Bob, saat menerima Royalty Hak Cipta di kantor LMK KCI
“Kalau buat saya cukup puas, ada juga peningkatan sedikit sedikit, namun demikian suara dibawah juga ada yang mempertanyakan kenapa tidak dikasih slip keterangan, kenapa saya cuma dapet segini dan lain-lain. Mungkin mereka belum tahu apa kendala kendalanya, yang saya tahu juga KCI sedang berbenah diri, dan KCI harus terus berbenah agar kedepannya makin bagus,” ujar Papa T Bob, maestro pencipta lagu anak-anak ‘Diobok-obok’ (Joshua), ‘Katanya’ (Trio Kwek-Kwek), ‘Bolo-bolo’ (Tina Toon) dan yang teranyar Klepek-Klepek yang dinyanyikan oleh pedangdut Hesty, sehingga melambungkan nama Hesty menjadi Hesty Klepek-Klepek.

“Alhamdulillah secara keseluruhan saya merasa cukup puas dengan pendistribusian royalti oleh KCI tahun ini, setidaknya ada peningkatan-lah walaupun sedikit, jadi kalau ada orang cerita apapun tentang KCI saya nggak peduli, kan saya yang ngerasain. Karena ini LMK yang pertama di Indonesia, makanaya ketika ada tawaran pindah kemana-kemana saya tidak mau, saya maunya disini. Bukan hanya soal royalti atau uannya saja, tapi jua yan terpenting silaturahminya,” jelas John Dayat, pencipta lagu yang karyanya turut melambungkan nama Nia Daniaty dan Poppy Mercury ini.

Meski kedua pencipta lagu tersebut mengaku merasa puas, namun tak satu pun dari mereka yang mau menyebutkan anka nominalnya. Meraka menjawab secara normatif bahwa yang diterima cukup besar.

Senada dengan Papa T Bob dan John Dayat, pencipta lagu Youngki RM juga mengaku puas dengan apa yang diterima dari LMK KCI ini.

“Seperti John Dayat dan Papa T Bob, saya juga merasa puas, semua cukup bagus, jadi saya tidak terpengaruh dengan apapun omonan orang tentang KCI. Buktinya saya tetep terima royalti dengan bagus, oleh karena itu saya merasa puas dengan distribusi tahun ini,” jelas Youngki RM, yang lagu lagunya banyak dinyanyikan oleh Ade Putra, Inka Christy dan Ami Search, Ria Resti Fauzy, Jamal Mirdad, Tommy J Pisa, Nike Ardila dan beberapa penyanyi lainnya.

Lalau apa komentar dari pencipta lagu atau penyanyi yang juga mendapatkan royalti tetapi juga menjadi pengurus di LMK KCI seperti Tito Soemarsono dan Lisa A. Riyanto?

“Kalau saya beranggapan bahwa ada kendala juga dalam soal menghitung secara riil. Kita tahu bahwa yang digunakan dalam menghitung besarnya royalti bukan log sheet, tetapi banket. Jadi kita kita nggak tahu lagu apa saja yang sering dipakai dan berapa hasilnya. Sementara kalau di Korea mereka sudah memakai sistem blanket yang bener dan dikerjakan oleh professional, bahkan kalau di KCI meskipun lagunya nggak dipakai sama sekali juga dapat,” jelas Tito.

Lisa A Riyanto, putri dari ahli waris almarhum A Riyanto yang juga sekaligus pengurus di LMK-KCI
Sementara Lisa A Riyanto menyebut, secara keseluruhan dirinya cukup puas.

“Sebagai pengurus KCI, saya sedikit banyak tahu kendalanya, di antaranya karena dana dari LMKN belum turun ke LMK-LMK. Jadi itu merupakan kendala sehingga pendistribusiannya belum maksimal dan cenderung tidak ada kenaikan yang berarti. Namun ketika saya berbicara sebagai anak dari ahli waris almarhum A. Riyanto, tentunya inginnya ada kenaikan, sebab kita tahu semua harga-harga naik, listrik naik, BBM naik. Meski yang terima royalti nantinya adalah ibu saya. Namun sebagai anak kami mensupport,” jelas Lisa.

Halaman
123
Penulis: FX Ismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved