Breaking News:

LMK KCI Gandeng Alibaba Group, Berinovasi Menciptakan Berbagai Terobosan Baru.

Untuk mensejahterakan para pemberi kuasa yang tergabung dalam Lembaga manajemen Kolektif, Karya Cipta Indonesia ( LMK KCI),

TRIBUNNEWS.COM/IST
Ketua Umum KCI Dharma Oratmangun Bersama Divisi Musik Alibaba Group di KBRI Beijing. 

“ Divisi Musik dari Alibaba Grup ini mengapresiasi dan mengaku sangat tertarik untuk bersama sama dengan KCI mengelola ratusan ribu lagu yang Performing Rightnya dikuasakan ke KCI oleh para pencipta lagu. Mereka tertarik dengan lagu-lagu populer dan legendaries yang yang hits seperti karya Alm. A.Riyanto, Ismail Marzuki, yang mereka sudah kenal dan ada di KCI. Selain itu ketertarikan mereka juga karena KCI satu-satunya LMK di Indonesia yang memiliki keterwakilan atau representasi di daerah-daerah. Sehingga lagu-lagu daerah itu juga menjadi daya tarik tersendiri bagi Alibaba “ jelas Dharma lebih lanjut.

Ketertarikan Alibaba bekerjasama dengan KCI bukan saja karena KCI memiliki kuasa atas ratusan ribu lagu yang legendaris dan populer . Lebih dari itu KCI juga dianggap merepresantasikan keterwakilannya di berbagai daerah di Indonesia. Sehinnnga kemudian memunculkan ide brilian dari Alibaba, untuk membuat sebuah “Portal Musik Digital Indonesia” yang dikelola bersama antara Alibaba dan KCI.

“ Kita sepakat untuk mebuat sebuah Portal Musik Digital Indonesia, yang reportoarnya terdiri dari semua lagu lagu Indonesia utamanya yang ada di KCI. Namun demikian para produser lain juga bisa memasukkan lagunya di portal tersebut dengan mendaftar melalui KCI sebagai representasi Alibaba di Indonesia. Oleh karena itu portal musik ini nantinya terbuka bagi siapa saja untuk bergabung, baik label maupun perorangan. Bahkan tidak hanya musik saja, nanti bisa juga mengunggah konten video anda sedang piknik, atau bercerita atau mendongeng. nanti tinggal diunggah melalui UC Browser, kodenya ada di KCI. Selain itu untuk menjaga transparansi, passwordnya dipegang oleh KCI dan Aliba.” tambah Dharma.

Lebih lanjut Dharma menjelaskan, “ Sesuai dengan undang Undang Undang hak Cipta Kita ‘Jika seseorang telah mempublish karyanya secara otomatis engan mengupload karyanaya yang diakses melalui UC browser, dan secara otomatis mendapat hak ciptanya. Kemudian secara otomatis pula mereka mendapat hak ekonominya, namun karena undang undang juga mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengkolek hak ekonominya secara sendiri dan harus melalui LMK, maka KCI yang mengurus hak ekonominya” tambah Dharma lagi.

Apa yang telah diupayakan Ketua Umum KCI dengan Alibaba tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Dewan Pembina KCI, Enteng Tanamal. Menanggapi apa yang dipaparkan oleh Dharma Oratmangun, Enteng Tanamal memberikan usulan.

“ Tentu ini merupakan langkah yang bagus sekaligus kabar yang menggembirakan bagi industry musik Indonesia, terutama para pemberi kuasa kepada KCI. Tetapi sebelum semua ini berjalan lebih jauh, saya usulkan agar kita berkoordinasi atau sowan kepada pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo dan Bekraf. Jangan sampai kalau mereka tau belakangan takut menjadi masalah atau susah. Paling tidak agar semua bisa berjalan sesui dasar dasar hukum di Indonesia. Jadi legalitasnya resmi. ”, usul Enteng.

Lebih lanjut Enteng Tanamal menambahkan; “ Dengan adanya portal ini diharapkan para seniman akan menjadi lebih sejahtera seperti cita cita besar kita saat mendirikan KCI yaitu untuk mensejahterakan para pencipta lagu dan memuliakan para pemilik Hak Cipta. Jadi kedepan akan lebih transparan karena dikelola secara digital. Jangan lagi ada potongan sana sini sehingga para pemilik hak cipta menjadi kurang haknya”. Jelas Enteng lebih lanjut.

Delegasi KCI Saat Diterima Duta Besar RI Untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, di Beijing

Manfaat lain dari kerjasama ini tidak hanya dirasakan oleh KCI selaku lembaga yang mengelola hak atas Performing Right saja, tetapi KCI dengan bendera Yayasannya yang beberapa waktu lalu meluncurkan Divisi Digital Musik nantinya bisa mengelola Mechanical Rightnya. Lebih dari itu KCI juga akan menggandeng LMK PAPPRI untuk mengelola Hak terkaitnya.

Dengan memunculkan divisi KCI Digital beberapa waktu lalu dan kemudian dilanjutkan dengan menjalin kerjasama membuat Portal Musik Digital Indonesia dengan Alibaba, mak KCI sebagai LMK Hak Cipta pertama dan tertua di Indonesia, telah melakukan “Lap Frog” (Lompatan katak) yang sangat jauh. Lebih dari itu KCI juga sudah berfikir secara visioner dan bertindak milenial, dalam menghadapi tantangan industry musik kedepan.

Halaman
123
Penulis: FX Ismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved