Ini Karakter Cowok yang Berpotensi Lakukan Kekerasan, Para Cewek Jangan Sampai Salah Pilih Pasangan!

Ada beberapa kasus kekerasan yang dilakukan pria terhadap pasangannya. Baru-baru ini yang menghebohkan adalah kabar tentang ulah Al Ghazali.

Ini Karakter Cowok yang Berpotensi Lakukan Kekerasan, Para Cewek Jangan Sampai Salah Pilih Pasangan!
dailypost.ng
Ilustrasi: Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di wilayah Banjar Dinas Munduk, Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng. 

TRIBUNNEWS.COM - Ada beberapa kasus kekerasan yang dilakukan pria terhadap pasangannya.

Baru-baru ini yang menghebohkan adalah kabar yang menyebut Al Ghazali mendorong sang kekasih hingga tersungkur.

Dikutip dari CDC.gov, kekerasan didefinisikan sebagai agresi fisik atau emosional dalam suatu hubungan.

Tak hanya secara fisik, ada berbagai perilaku yang digolongkan sebagai kekerasan, termasuk menguntit.

Baca: Gaya Hidup Sehat dan Kendalikan Stres, Kurangi Risiko Kanker Prostat

Di bawah ini, ada berbagai macam kekerasan yang perlu diketahui:

  1. Penyalahgunaan hubungan
  2. Kekerasan dalam hubungan intim
  3. Kekerasan dalam pacaran
  4. Melakukan pelecehan kepada pacar
  5. Kekerasan dalam rumah tangga.
  6. Biasanya kekerasan demi kekerasan berawal sejak mereka berpacaran di masa remaja.

Tak diketahui banyak orang bila kekerasan sejak remaja tersebut justru memiliki jangka panjang yang serius.

Lalu, apa konsekuensi perlakuan kekerasan dalam menjalin hubungan, baik saat pacaran maupun berumah tangga?

  1. Mengalami gejala depresi dan kecemasan
  2. Terlibat dalam perilaku yang tidak sehat, seperti menggunakan narkoba dan alkohol
  3. Memerlihatkan perilaku antisosial
  4. Berpikir tentang bunuh diri.
  5. Karakter Pria yang Berpotensi Melakukan Kekerasan

Tak hanya bisa dilihat saat sudah menjalin hubungan lama, ternyata karakter pria yang berpotensi melakukan kekerasan bisa dilihat sejak awal lho.

Baca: Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Melonjak

Dikutip dari KOMPAS.com, Livia Iskandar selaku psikolog dan pendiri Yayasan Pulih mengatakan, pelaku korban kekerasan terhadap wanita sebenarnya sudah dapat dilihat sedari masa pacaran.

"Pelaku korban kekerasan umumnya adalah pria yang punya sense of entitlement, merasa punya hak istimewa sebagai pria," ujar Livia.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved