RUU Permusikan

Tarik Draft UU Permusikan, Anang Hermansyah Singgung Pendapatan dari YouTube

Anang Hermansyah resmi menarik draf Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan dari Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Kamis (7/3/2019).

Tarik Draft UU Permusikan, Anang Hermansyah Singgung  Pendapatan dari YouTube
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Musisi sekaligus anggota DPR Anang Hermansyah bersama penyanyi Glenn Fredly menghadiri diskusi terkait RUU Permusikan di Jakarta, Senin (4/2/2019). Sebelumnya, RUU Permusikan mendapat penolakan dari ratusan pelaku musik yang tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan karena RUU tersebut dinilai tidak memiliki urgensi dan justru berpotensi merepresi para musisi. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musisi yang juga anggota DPR RI, Anang Hermansyah resmi menarik draf Rancangan Undang-undang (RUU) Permusikan dari Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Kamis (7/3/2019).

Dalam siaran pers yang diterima wartawan, musisi asal Jember ini berharap, setelah RUU Permusikan resmi ditarik dari Baleg DPR RI, penyelenggaraan Musyawarah Besar (Mubes) ekosistem musik Indonesia dapat dilakukan dalam waktu tidak lama setelah pelaksanaan Pemilu 2019.

"Mubes baiknya dilaksanakan setelah Pemilu. Kita berembuk bersama, kita beber persoalan yang ada di sektor musik dan bagaimana jalan keluarnya," kata Anang Hermansyah.

Suami penyanyi Ashanty Siddik Hasnoputro ini menuturkan, tantangan di industri musik Indonesia dari waktu ke waktu semakin kompleks dan rumit.

Pikiran dan pandangan dari ekosistem musik cukup penting untuk merumuskan peta jalan atas tantangan-tantangan yang muncul.

"Seperti konstruksi hukum di sektor musik kita masih 2.0, padahal saat ini eranya sudah 4.0. Di Amerika, pada 11 Oktober 2018, baru disahkan Music Modernization Act (MMA), regulasi terkait hak cipta untuk rekaman audio melalui teknologi berupa streaming digital. Bagaimana dengan kita di Indonesia?" ujar Anang Hermansyah.

Terkait hal tersebut, Anang Hermansyah menyatakan, persoalan pajak di sektor musik yang saat ini banyak memanfaatkan medium digital, seperti YouTube dan Facebook belum ada aturannya.

“Bagaimana pendapatan dari ranah digital seperti dari YouTube maupun Facebook?” kata Anang Hermansyah.

Anang Hermansyah juga menyoroti urgensi keberadaan data besar (big data) untuk memuat seluruh direktori musik di Indonesia.

Keberadaan UU Serah Simpan Karya Rekam Karya Cetak (SSKRKC) yang mengamanatkan seluruh karya rekam diserahkan ke perpustakaan nasional, menurut mantan suami penyanyi Krisdayanti itu, masih menimbulkan pertanyaan.

Halaman
12
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved