Ani Yudhoyono Meninggal

Ani Yudhoyono Bertahan 24 Jam di Masa Kritis, SBY: Saya Tak Ingin Dia Menderita Terlalu Banyak

Ani Yudhoyono wafat. Ia meninggal dunia karena kanker darah yang dideritanya.

Ani Yudhoyono Bertahan 24 Jam di Masa Kritis, SBY: Saya Tak Ingin Dia Menderita Terlalu Banyak
Instagram/aniyudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono setia menemani sang istri Ani Yudhoyono saat menjalani masa-masa pengobatan di National University Hospital, Singapura. 

TRIBUNNEWS.COM - Ani Yudhoyono wafat. Ia meninggal dunia karena kanker darah yang dideritanya.

Selama perawatan di rumah sakit, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyebut istrinya itu telah berjuang keras dalam menghadapi penyakitnya.

Menurut SBY, Ani Yudhoyono tak pernah berhenti berjuang hingga mengembuskan napas terakhir.

"Bu Ani tahu penyakitnya berat, ganas, dan agresif. Dia katakan, 'Saya pasrah, tapi tidak pernah menyerah'. She never gives up," ujar SBY di rumah duka di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019).

Baca: Yang Ingin Dilakukan Ani Yudhoyono Seandainya Sembuh dari Kanker Darah

SBY mengatakan, pada 31 Mei 2019, kondisi Ani mulai menurun. Data medis menunjukkan angka indikator menyatakan bahwa Ani tidak akan mampu bertahan.

Tetapi, menurut SBY, Ani Yudhoyono ternyata mampu bertahan hingga 24 jam kemudian meski telah memasuki masa kritis.

SBY menyebutkan, wajah Ani menyiratkan adanya upaya yang keras untuk bertahan menghadapi penyakit.

"Petugas medis katakan dia tidak akan survive, akan passed away. Tapi Bu Ani bertahan 24 jam kemudian. Mereka katakan, she is so strong," kata SBY.

Baca: Budi Waseso Ungkap yang Perlu Ditiru Generasi Berikutnya dari Ani Yudhoyono

Messki demikian, menurut SBY, wafatnya Ani adalah yang terbaik yang diberikan Tuhan. Ani kini terbebas dari penderitaan karena penyakitnya.

"Sebab, kalau Bu Ani masih bertahan dengan semua instrumen, itu sangat berat. Saya tidak ingin dia menderita terlalu banyak. Terima kasih Allah karena telah bebaskan Bu Ani dari penderitaan yang tidak sepatutnya ditanggung," kata SBY.

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul SBY: Dia Katakan Sudah Pasrah, tetapi Tidak Pernah Menyerah

Editor: Willem Jonata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved