Breaking News:

Ucapan Terima Kasih Cokelat Band Masih Bisa Eksis di Usia 23 Tahun

Cokelat band sudah 23 tahun aktif dan mewarnai blantika musik Indonesia. Mereka sudah merilis 8 album.

Istimewa
Grup band Cokelat dengan formasi baru, yakni Edwin (gitar), Ronny Febry Nugroho (bass), Jackline “J” Rossy (vokal) dan Axel Andaviar (drum). 

TRIBUNNEWS.COM - Cokelat band sudah 23 tahun aktif dan mewarnai blantika musik Indonesia. 

Selama itu pula mereka sudah menelurkan 6 album studio dan dua album kompilasi. Teranyar mereka merilis single berjudul Peralihan Hati di tahun 2018.

Capaian itu tentu saja tidak mudah. Apalagi di tengah industri musik yang mengalami pasang surut.

Gonta-ganti personel juga menyertai perjalanan band yang sangat populer ketika single Karma sering diputar di mana-mana. Yang menyesakkan ketika sang vokalis, Kikan Namara, memutuskan hengkang.

Baca: Dulu Tegar Septian Hidup Susah sebagai Pengamen Jalanan, Beranjak Dewasa Persoalannya Kian Kompleks

Baca: Alasan Babang Tamvan Andika Mahesa Belum Bisa Maafkan Wanita yang Hina Kampung Halamannya

Baca: Senjata Mematikan Wanita Menurut Vicky Prasetyo

Namun, Cokelat tetap jalan dengan Jackline Rossy, vokalis yang menggantikan posisi Kikan. 

Kemudian pada posisi drum ada Axel Andaviar. Sementara Edwin Marshal Syarif dan Ronny Febry Nugroho tetap pada posisi gitar dan bass.

Tidak ada perayaan besar. Hanya ada peringatan, setidaknya pengingat di akun Instagram official mereka, yakni @cokelat_band, seperti dikutip Tribunnews.com pada 26/6/2019).

"Thank you for still listening after all these years. Much love & gratitude to all of you from us," demikian keterangannya.

Edwin tak segan-segan mengakui perselisihan selalu ada dalam band Cokelat. Namun, hal itu tak menghentikan langkah mereka mengusung nama Cokelat sebagai wadah bermusik.

Baca: Sebut Kehamilannya Ini yang Ketiga, Sandra Dewi Ungkap Pernah Terpaksa Menggugurkan Kandungan

"Perselisihan selalu ada. Itu konsekuensi bekerja dalam grup," ucap Edwin pada sebuah wawancara.

Menurut dia, tak dipungkiri dalam sebuah grup selalu ada ide, kreativitas, kondisi, dan selera, yang tak selalu sama antar masing-masing personel.

"Tapi Kami adalah band yang susah berusia 22 tahun, perbedaan kami anggap sebagai perang ide untuk memperkaya kreativitas Cokelat," lanjut Edwin.

"Justru kalau tidak ada perselisihan, sebuah band harusnya layak untuk dihentikan, karena sama saja tidak ada pergerakan lagi," katanya menambahkan.

Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved