Eksklusif Tribunnews
Sebelum Menagis Pilu karena Narkoba, Nunung Ceria Kabarkan Berita Gembira untuk Srimulat
Keceriaan Nunung dua minggu lalu berubah jadi tangisan pilu saat mengakui dirinya telah terjerat narkoba. Sebelumnya ia gembira bawa berita bagus.
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Anita K Wardhani
Keceriaan Nunung dua minggu lalu berubah jadi tangisan pilu saat mengakui dirinya telah terjerat narkoba. Sebelumnya ia gembira bawa berita bagus untuk Srimulat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bukan baru kali ini ada anggota Srimulat yang terjerat kasus narkoba. Sebelum Nunung, Polo, Doyok, Gogon dan Tessy pernah ditahan akibat penyalahgunaan narkoba.
Setiap kasus narkoba yang dialami anggota Srimulat selalu terasa menyedihkan bagi anggota lain dan pengurus Srimulat.
Eko Saputro alias Koko adalah pengurus Srimulat yang merasakan kesedihan akibat kasus-kasus ini, termasuk kasus Nunung.
Baca: Dengar Nunung Tertangkap karena Narkoba, Agum Gumelar Merasa Seperti Disambar Petir
Baca: Air Mata Sang Ayah untuk Jefri Nichol Setelah Lihat Kondisi Putranya Sepekan Hidup di Penjara

"Benar-benar sedih. Seperti saat menimpa teman-teman yang lain. Mas Tessy, Polo, Gogon, Mas Doyok, sekarang Mbak Nunung. Sedih, benar-benar sedih," ungkap Koko kepada Tribun Network, Rabu (24/7/2019).
Baca: Banyak Merenung, Berdzikir dan Puasa Senin Kamis di Penjara, Rey Utami Ingin Berhijab
Baca: Pesan Tarzan untuk Nunung, Badai Pasti Berlalu
"Mereka bukan lagi sahabat, tapi sudah seperti keluarga besar. Saya benar-benar tidak menyangka," sambung Koko.
Koko menuturkan dua minggu sebelum ditangkap, Nunung sempat pulang ke Solo bersama suaminya.
Momen tersebut dimanfaatkan oleh keluarga Nunung untuk berkumpul, termasuk Koko.
Menurut Koko suasana saat berkumpul ketika itu sungguh ceria.

"Beberapa hari sebelum ditangkap, Mbak Nunung telepon saya bertanya soal ada agensi yang ingin mengontrak Srimulat. Itu terakhir kali saya berbicara dengan Mbak Nunung. Tidak ada firasat apapun," tutur Koko.
Namun nasi sudah menjadi bubur. Keceriaan Nunung berubah jadi tangisan pilu saat ia mengakui di depan media saat konprensi pers di Polda Metro Jaya.
Nunung tak kuasa menahan kesedihannya saat memita maaf ke suaminya di hadapan awak media dalam perilisan kasus narkotika yang menjeratnya.
Tangisnya semakin menjadi saat dia mengingat momen ulang tahun sang suami 1 Juli kemarin, suaminya meminta kado untuk ia berhenti mengonsumsi sabu.
"Waktu kemarin ulang tahun, aku tanya ke suami 'mas kamu mau kado apa?' dia jawab 'aku cuma mau kamu berhenti' tapi akhirnya malah seperti ini," ungkap Nunung dengan suaea bergetar.
"Maafin aku ayah," ucap Nunung.
Setelah itu, kondisi Nunung terlihat mulai tidak stabil, ia terus menangis tanpa henti.
Bahkan beberapa Polisi Wanita harus membopongnya lantaran nafasnya sempat terlihat sesak.
Di belakangnya sang suami, July Jan terus setia merangkul sembari menenangkan Nunung.
Sampai saat ini Koko mengaku benar-benar terkejut atas penangkapan Nunung. Koko masih tidak percaya Nunung tertangkap karena kasus narkoba.
"Kalau saya bertemu Mbak Nunung, saya akan minta Mbak Nunung sabar karena masih ada Tuhan," kata Koko.

Badai Pasti Berlalu
Ikatan batin itu yang membuat Tarzan tak kuasa menahan kesedihan saat mendapat kabar tak menyenangkan tiba. Tri Retno Prayudati alias Nunung ditangkap oleh polisi karena terkait kasus penyalahgunaan narkotika.
"Saya sedih. Siapapun, kalau temannya tertimpa masalah serupa, akan sedih juga," ujar pria 74 tahun tersebut.
Rasa penyesalan kini terasa di hati Tarzan. Dia menyesal tidak mengetahui Nunung selama ini mengonsumsi narkotika.
Jika dia mengetahui itu lebih awal, Tarzan akan memberikan nasihat kepada Nunung supaya sadar.
Nasi sudah menjadi bubur, Tarzan kini hanya bisa memberikan dukungan dan sedikit nasihat.
"Saya bilang, 'Sudah, jangan coba-coba lagi.' Nunung juga menyadari itu adalah kekeliruan.
Dia juga merasa diselamatkan oleh polisi lewat cara diamankan. Bukan ditangkap," kata Tarzan.
Sama seperti keluarga besar Nunung, Tarzan berharap Nunung dapat direhabilitasi. Tapi doa utama darinya untuk Nunung adalah kuat dan tabah dalam menghadapi masalah ini.
“Doanya semoga cepat selesai proses hukumnya, lancar dan badai pasti berlalu,” katanya.
(Tribunnews/Dennis Destryawan/Nurul Hanna)