Breaking News:

Promotor Klarifikasi Kabar Pejabat Minta 500 Tiket VIP Konser Westlife

Kabar bahwa adanya pejabat meminta 500 tiket VIP konser Westlife di Palembang pada 18 Agustus lalu, dibantah oleh promotor.

Tribunnews.com/NurulHanna
David Ananda, selaku Managing Director Full Color Entertaiment dan Westlife dalam jumpa pers di ICE BSD, Tangerang, Rabu (7/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kabar bahwa adanya pejabat meminta 500 tiket VIP konser Westlife di Palembang pada 18 Agustus lalu, dibantah oleh promotor.

Rendy, Presiden Direktur Neutron Live Asia sebagai promotor memberikan klarifikasinya kepada Tribunnews.

Rendy menyebut, ada kekeliruan dalam pemberitaan di salah satu media.

“Jadi gini, ada misinformasi dari Tempo, yang pertama, promotor utamanya adalah Neutron Live Asia, saya sendiri. Sedangkan Musicevent adalah EO (Event Organizer) lokal yang membantu saya dalam menjalankan konser di sana,” katanya saat dihubungi, Kamis (22/8/2019) malam.

Melalui unggahan Instagram, akun Musicevent membeberkan jika ada banyak penonton yang minta diperlakukan istimewa. Lalu, pemberitaan berkembang menjadi isu adanya pejabat yang meminta tiket.

Baca: Pevita Pearce Diajak Naik Panggung di Konser Westlife, Sebut Fans Berat Nicky Byrne, Bikin Iri!

“Lalu berita berkembang menjadi pejabat minta tiket VIP sebanyak lima ratus, saya bisa katakan itu adalah salah,” kata dia.

Rendy menjelaskan, memang ada oknum yang masuk ke akses konser tanpa tiket. Namun, ia tak mengetahui siapasaja oknum tersebut. Oknum tersebut tidak menggunakan tanda pengenal atau gelang penonton.

“Ada masyarakat biasa yang membobol beberapa akses kami, di belakang panggung. Di gerbang penonton, dia tidak membayar karcis atau membeli tiket. Caranya gimana, mungkin dia kenal orang dalam, orang Jakabaring, mungkin, aku juga nggak tahu,” katanya.

“Tapi yang saya tahu, ketika saya ke backstage banyak orang yang berkumpul tidak menggunakan id card tidak menggunakan gelang wristband dari kami, artinya dia bukan penonton, bukan promotor dan bukan media,” tambahnya.

Oknum tersebut, menurut Rendy memasuki area belakang dan depan panggung. Ada juga yang berada di tribun.

“Kami sangat sesalkan kenapa terbobol. Dan nggak seperti berita di Tempo, pejabat minta lima ratus tiket,” ujarnya.

Rendy menambahkan, jumlah oknum yang membobol berjumlah sekira setengah area konser. Sedangkan konser Westlife di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring berkapasitas seribu orang.

“Itu jumlah lima ratus bukan dari kami. Mungkin kalau dijumlahin, di panggung di tribun. Mungkin ada lima ratus orang. Itu masyarakat umum, mungkin juga ada yang kenal aparat, kita nggak tahu,” tambahnya.

Sebelumnya, diberitakan di Tempo jika ada pejabat yang meminta jatah kursi VIP hingga lebih dari 500 kursi. Jumlah ini tentu membuat promotor merugi lantaran kelas VVIP dibanderol hampir 2 juta rupiah.

Penulis: Nurul Hanna
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved