Soal Perwakilan PBB, Hotman Paris Tak Rela Indonesia Ditertawakan, Sindir Farhat Abbas?

Hotman Paris mengaku tak rela jika Indonesia sampai ditertawakan lantaran mengirim wakil yang dinilai kurang berkompeten dalam membicarakan HAM di PBB

Soal Perwakilan PBB, Hotman Paris Tak Rela Indonesia Ditertawakan, Sindir Farhat Abbas?
instagram.com/hotmanparisofficial dan farhatabbasofficial
Hotman Paris mengaku tak rela jika Indonesia sampai ditertawakan lantaran mengirim wakil yang dinilai kurang berkompeten dalam membicarakan HAM di PBB. Sindir Farhat Abbas? 

TRIBUNNEWS.COM - Pengacara Hotman Paris Hutapea mengaku tak rela jika Indonesia sampai ditertawakan lantaran mengirim wakil yang dinilai kurang berkompeten dalam membicarakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Pengakuan tak rela Indonesia ditertawakan itu disampaikan Hotman Paris melalui akun Instagramnya @hotmanparisofficial, Senin (9/9/2019).

Hotman Paris meminta supaya pihak terkait seperti lembaga pemerintah, perusahaan swasta, atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) benar-benar menyaring orang yang akan diwakilkan di PBB.

Pengacara yang kerap memamerkan mobil mewah itu meminta supaya orang yang dikirim ke PBB merupakan orang yang benar-benar berkompeten mengenai HAM.

"Cegah jangan sampai nama Indonesia ditertawakan di luar negeri," jelas Hotman Paris.

"Apabila ada kegiatan, seminar atau acara terkait Hak Asasi Manusia di luar negeri, agar lembaga pemerintah atau perusahaan swasta atau LSM yang mengirim utusan mewakili Indonesia di PBB membicarakan HAM."

"Pilih benar-benar orang yang mencintai HAM antara lain yang sayang anak, memberikan nafkah kepada anak, dan tidak terlibat dalam berbagai kasus cerai, cerai, cerai," sambungnya. 

Dengan nada menyindir, Hotman Paris menilai, jika yang diwakilkan merupakan sosok yang pernah bercerai dan memiliki masalah dalam keluarga, maka justru akan kembali ditertawakan.

Hotman Paris menyampaikan saran tersebut lantaran dirinya tak ingin nama Indonesia tercoreng begitu juga dengan dirinya sebagai pengacara.

"Karena kita akan ditertawakan, kalau ternyata orang yang kita kirim tidak melambangkan perilaku yang menghormati HAM," kata Hotman Paris.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved