Rumah Maestro Kacapi Aki Dadan Ambruk, Terpaksa Ngungsi di Lembaga Kebudayaan Cianjur

Sang maestro kacapi ( alat musik tradisional Sunda) Dadan Sukandar atau yang akrab disapa Aki Dadan, kini sedang dirundung pilu.

Rumah Maestro Kacapi Aki Dadan Ambruk, Terpaksa Ngungsi di Lembaga Kebudayaan Cianjur
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Rumah Aki Dadan sang maestro yang memprihatinkan, Rabu (11/9/2019). 

Sejak Usia 17 Tahun

Ia menceritakan mulai fokus untuk mendalami Seni Mamaos Cianjuran di usia 17 tahun dan tampil bersama dengan ayahnya di berbagai kegiatan kesenian.

Di usia 18 tahun dirinya seringkali tampil di depan Presiden RI, Ir Soekarno ketika Sang Proklamator tersebut berkunjung ke Istana Kepresidenan Cipanas.

"Dari tahun 1962 sampai 1964, Aki sering tampil di depan Presiden Soekarno. Kalau beliau berkunjung ke Istana Presiden Cipanas, pasti harus ada penampilan Mamaos Cianjuran. Tapi itu berhenti setelah perpindahan kekuasaan ke presiden berikutnya," katanya.

Tidak hanya tampil di Ibu Kota, Aki Dadan juga pernah berangkat ke Jepang untuk tampil di sana.

"Kalau aki paling sampai Jepang, tapi murid-murid Aki ada yang sudah tampil di Roma di Eropa, dan negara lainnya," kata dia.

Jenuh dengan Jakarta, dia pun mengaku memilih kembali ke Cianjur sekitar tahun 1990. Dia juga ingin melihat perkembangan Mamaos Cianjuran di tanah kelahirannya. Namun ternyata kesenian tersebut malah meredup.

"Melihat kondisi itu, Aki bertekat untuk terus melestarikan Mamaos Cianjuran di Cianjur sendiri.

Pada akhirnya seni trasional sebenarnya akan punah seiring perkembangan zaman, Aki hanya berupaya untuk menunda kepunahan tersebut," katanya.

Aki Dadan menambahkan, hampir setiap hari ada anak-anak yang belajar. Dia pun tidak mematok biaya untuk mereka bisa belajar langsung pada sang maestro.

Halaman
1234
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved