Kamis, 7 Mei 2026

Kabut Asap

Uya Kuya Tanggapi Kabut Asap, Ini Permintaannya Pada Pemerintah

Presenter Uya Kuya ikut bicara soal kabut asap yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM/WAHYU FIRMANSYAH
Uya Kuya usai mengisi sebuah acara dikawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Presenter Uya Kuya ikut bicara soal kabut asap yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Menurutnya, kabut asap tersebut harus segera disikapi oleh pemerintah.

"Ya harus cepat disikapi lah karena kasihan juga kan," kata Uya Kuya saat Grid.ID jumpai di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (17/9/2019).

Menurut Uya, pekatnya kabut asap tersebut sudah mengkhawatirkan, karena kualitas udara berada di level bahaya.

Bahkan karena kabut asap tersebut, masyarakat dan juga makhluk hidup yang berada di dalam hutan jadi kena imbasnya.

TERTUTUP ASAP - Kondisi Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang tertutup asap, Minggu (15/9/2019). Tiga hari terakhir, Kota Samarinda dilanda kabut asap akibat kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kota Samarinda sendiri dan kiriman dari beberapa daerah sekitar Samarinda. (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN)
TERTUTUP ASAP - Kondisi Kota Samarinda, Kalimantan Timur yang tertutup asap, Minggu (15/9/2019). Tiga hari terakhir, Kota Samarinda dilanda kabut asap akibat kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kota Samarinda sendiri dan kiriman dari beberapa daerah sekitar Samarinda. (TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN) (Tribun Kaltim/FACHMI RACHMAN)

"Karena itu bisa jadi ispa kan udah ada bayi yang meninggal juga terus bisa jadi penyakit itu," kata Uya Kuya.

Sementara itu, terjadinya kabut asap di Kalimatan menurut Uya tak ada hubungannya dengan pemindahan ibu kota yang baru.

"Ya ga tahu, ga ada hubungannya cuma ya pemindahan ibu kota masih lama ya," ungkap Uya

Kendati demikian, lantaran kabut asap itu banyak berdampak pada masyarakat dan makhluk hidup lainnya, Uya meminta hal itu menjadi perhatian utama untuk pemerintah saat ini.

"Itu harus jadi kondisi luar biasa untuk jadi perhatian pemerintah," pungkas Uya.

Kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau tampaknya tak pernah ada habisnya.

Hampir setiap tahun kasus kebakaran Riau selalu terdengar gaungnya.

Minggu (15/9/2019), sejumlah warga menggelar aksi pakai masker sebagai bentuk protes.

Melansir dari Kompas Minggu (15/9/2019), di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat sejumlah warga dari Provinsi Riau menggelar aksi di car free day.

Mereka bahkan membantangkan sebuah spanduk bertuliskan 'Riau Dibakar, Bukan Terbakar'.

Massa yang tergabung dalam Persatuan Masayarakat Riau Jakarta (PMRJ) itu ramai-ramai turun ke jalan sebagai bentuk kepedulian atas musibah kabut asap tebal di Riau.

PEMADAMAN KEBAKARAN LAHAN-Relawan membantu saat   berusaha  memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan desa Sungai Bawang jalan Poros Arah Samarinda Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Senin (16/6/2019). Kebakaran lahan tak jauh dari runway Bandara APT Pranoto tersebut melibatkan petugas BPBD Kutai Kartanegara, BPBD Samarinda, KODIM 0901 Samarinda, relawan mengingat lokasi berada diperbatasan Samarinda dengan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. (TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
PEMADAMAN KEBAKARAN LAHAN-Relawan membantu saat berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di kawasan desa Sungai Bawang jalan Poros Arah Samarinda Bontang, Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Senin (16/6/2019). Kebakaran lahan tak jauh dari runway Bandara APT Pranoto tersebut melibatkan petugas BPBD Kutai Kartanegara, BPBD Samarinda, KODIM 0901 Samarinda, relawan mengingat lokasi berada diperbatasan Samarinda dengan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. (TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

"Kami merasa prihatin sudah 2.000 orang lebih yang terkena ispa (infeksi saluran pernapasan akut) dan anak liburkan sekolah," ujra Rusli Efendi ketua PMRJ dikutip dari Kompas.

Seperti yang sudah banyak diberitakan, Riau dan wilayah sekitarnya memang sedang dilanda kabut asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan.

Mereka juga meminta kepada Presiden Joko Widodo agar menjadikan kabut asap di Riau sebagai bencana nasional yang harus segera ditangani.

Baca Juga: Hutan Amazon Dilalap Api, Suku Huaorani Terancam Tak dapat Berburu Monyet dan Hewan Lain untuk Bertahan Hidup

"Oleh karena itu bapak Presiden Republik Indonesia, untuk menjadikan bencana asap ini bencana nasional, sehingga ada aksi-aksi nyata dari pemerintah pusat untuk menangani asap.

"Sebagaimana dulu kan pak Jokowi sudah janji kalau dia jadi presiden enggak ada lagi asap di Riau.

"Dan mudah-mudahan dengan aksi yang lakukan ini, bisa menjadi langkah-langkah konkret presiden untuk menangani asap di Provinsi Riau," tutur Rusli dikutip dari Kompas.

Baca Juga: Viral, Suasana Mencekam di Kalimantan, Kabut Asap Tebal, Langit Gelap Gulita, Pengendara Motor Nyaris Jatuh Menabrak Pohon Akibat Kebakaran Hutan

Tak hanya berorasi, mereka bahkan membuka penyaluran sumbangan masker bagi warga di CFD yang ingin menyumbang dan menyuarakan kepeduliannya.

Diberitakan Tribunnews Sabtu (14/9/2019), sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana (BNBP) menyebutkan jika Provinsi Riau menjadi daerah terparah yang alami kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data yang dibeberkan, sudah 49.266 hektar lahan terbakar hingga Agustus 2019 lalu.

"Lahan gambut terluas yang terbakar, itu ada di Riau. Mencapai sekita 40 ribu hektar," tutur kepala BNBP, Doni Monardo dikutip dari Tribunnews.

Selain itu, beberapa wilayah seperti Jambi, Sumetera Selatan, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan beberapa lainnya sudah terdeteksi adanya asap.

Data tersebut dibeberkan oleh tim BMKG pada Sabtu (14/9/2019) pukul 16.00 WIB.

Akibat bencana kabut asap, beberapa aktivitas masyarakat menjadi terganggu.

Tak hanya merusak lingkungan, asap juga memicu munculnya masalah kesehatan terutama pernapasan.

(Grid.ID/Corry Wenas Samosir)

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved