Sidang Kasus Penganiayaan, Tanggapan Kriss Hatta Setelah JPU Tolak Eksepsinya

JPU menganggap yang dikemukakan penasihat hukum Kriss Hatta tidak cukup beralasan dalam pengajuan eksepsi.

Sidang Kasus Penganiayaan, Tanggapan Kriss Hatta Setelah JPU Tolak Eksepsinya
Tribunnews.com/Nurul Hanna
Kriss Hatta dan kuasa hukumnya, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menolak eksepsi yang diajukan Kriss Hatta dan kuasa hukumnya, dalam sidang kasus penganiayaan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (16/10/2019).

JPU menganggap yang dikemukakan penasihat hukum Kriss Hatta tidak cukup beralasan dalam pengajuan eksepsi.

“Untuk itu kami memohon kepada Majelis hakim yang Mulia untuk menyatakan, nota keberatan atau eksepsi dari penasihat hukum terdakwa Kristian Topo KHuhatta alias Kriss Hatta alias Kris, ditolak atau tidak dapat diterima,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Indra Jaya, di ruang sidang.

Baca: Kriss Hatta Bawa Foto Bukti Ada Keterlibatan Hilda Vitria dan Anthony Hilenaar

Baca: Sulli Pernah Mengharapkan Rasa Cinta Saat Depresi Melanda, Tapi Malah Ditinggalkan

Baca: Curhat Bareng Jefri Nichol di RSKO, Nunung Srimulat: Kenapa Ya Kita Bisa Begini?

JPU juga menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Umum dalam perkara atas nama Kriss telah memenuhi syarat formil dan materil sesuai ketentuan Pasal 143 ayat (2) huruf a dan huruf b KUHAP.

“JPU juga meminta Majelis Hakim melakukan pemeriksaan materi pokok perkara tindak pidana sesuai dengan Dakwaan Penuntut Umum atas nama Terdakwa Kristian Topo KHuhatta alias Kriss Hatta alias Kris. Demikian pendapat ini Kami bacakan dan diserahkan dimuka persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” katanya.

Menanggapi itu, Majelis Hakim akan menggelar sidang putusan sela pekan depan. Sidang akan digelar pada 23 Oktober mendatang.

Meskipun sempat merasa ada yang mengganjal, Kriss Hatta tetap menerima penolakan dari JPU.

“Sudah biasa kalau misalnya penangguhan tidak dikabulkan, hal biasa kok itu. Yang penting kan kita hasil akhirnya sesudah itu masuk tahap saksi,” kata Kriss.

“Di situlah mulai terbukti, fakta di balik kasus ini bagaimana. Saya juga lagi enggak mood ngomong, lagi lemes. Eksepsi ditolak juga sudah biasa,” tambahnya.

Penulis: Nurul Hanna
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved