Dirikan Label Rekaman, Denny Cagur Gandeng Penyanyi Keroncong

Ide mendirikan label rekaman ini bermula sejak Denny merilis lagu 'Goyang Bang Jali' pada 2013 lalu.

Dirikan Label Rekaman, Denny Cagur Gandeng Penyanyi Keroncong
TRIBUNNEWS/NURUL HANNA
Denny Cagur bersama sejumlah musisi di perusahaan label rekamannya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (9/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presenter Denny Cagur menjajal peruntungan di dunia bisnis dengan membuka usaha kuliner.

Kini ia yang telah sukses dengan sejumlah usahanya, mencoba peruntungan di bidang lain. Presenter berusia 42 tahun tersebut mendirikan sebuah label rekaman yang diberi nama Bang Jali Record.

Ide mendirikan label rekaman ini bermula sejak Denny merilis lagu 'Goyang Bang Jali' pada 2013 lalu.

"Ada label yang nawarin. Terus mikir kenapa enggak bikin label untuk single berikutnya," kata Denny Cagur yang ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (9/11).

Denny ingin belajar lebih jauh perihal industri musik. Ia ingin mencoba peruntungan lain.

"Berangkat dari pengalaman kemarin, sepertinya bisa belajar banyak dan bisa menuangkan ide lain untuk mencoba keberuntungan juga di bidang tarik suara," ujarnya.

Selain merilis Bang Jali Record, Denny Cagur juga meluncurkan lagu baru yang berjudul 'Rekonsiliasi Hati'.

Lagu ini berkisah tentang seorang lelaki yang digantungkan cintanya oleh perempuan yang dia sayangi.

Denny juga memperkenalkan sederet artis yang bergabung dengan Bang Jali Record. Mereka adalah Plus Plus Band, Icha, dan penyanyi keroncong Indra Utami Tamsir.

Plus Plus Band, merupakan band yang terinspirasi Koes Ploes, dan dipadu humor.
Beranggotakan. Wawan Teamlo, Dondot Teamlo, Ino, dan Gemblong.

Sementara, Icha adalah solois yang akan menyanyikan lagu bernuansa dangdut modern.

Selain itu, Denny juga menggandeng penyanyi keroncong, Indra Utami Tamsir. Kehadiran Indra sekaligus untuk memenuhi keinginan Denny melestarikan musik keroncong.

"Jadi (Bang Jali Record) paket lengkap, dangdut, pop, keroncong juga. Untuk sementara ini, enggak ada kriteria khusus, kita masih mencoba melengkapi genre yang ada," tutup Denny Cagur.

Penulis: Nurul Hanna
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved