Sidang Tuntutan Ditunda 4 Kali, Zul Zivilia Minta Maaf ke Istri

Sudah empat kali Zul Zivila mendapati kenyataan sidang kasus narkoba di PN Jakarta Utara, yang beragendakan tuntutan harus ditunda.

Sidang Tuntutan Ditunda 4 Kali, Zul Zivilia Minta Maaf ke Istri
Warta Kota
Penyanyi Zul Zivilia, terdakwa kasus narkoba, mengenakan rompi tahanan. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurul Hanna

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sudah empat kali Zul Zivila mendapati kenyataan sidang kasus narkoba di PN Jakarta Utara, yang beragendakan tuntutan harus ditunda.

Namun, ia menerimanya dengan lapang dada. Baginya, penundaan tersebut bagian dari proses yang mesti dijalaninya sebagai terdakwa.

“Kecewa ya enggak, mungkin ini sudah jalan saya, biar tetap sabar. Ini bagian proses,” kata Zul Zivilia saat ditemui di PN Jakarta Utara, Senin (11/11/2019).

Zul Zivilia mengucap terima kasih kepada keluarganya yang selalu memberi dukungan. Terlebih, kepada Retno Paradinah, istrinya, yang selalu mendampingi setiap kali Zul menjalani sidang.

Baca: Kelakar Zul Zivilia Pacaran dengan Istri di Ruang Sidang

Baca: Zul Zivilia di Bui, Ini Usaha yang Digeluti Sang Istri untuk Bertahan Hidup

Baca: Selama Dibui, Zul Zivilia Akui Rindu Tidur Bersama Istri

“Sekarang kegiatan keluarga terfokus sama persidangan ini, saya jadi mengucapkan terima kasih dan mohon maaf sama orang tua. Dan istri saya yang sudah capek-capek dan repot,” katanya.

Zul lapang dada menerima apapun keputusan Majelis Hakim nantinya.

Baca: Sidang Tuntutan Zul Zivilia Ditunda

“Yang jelas saya sudah keluarga sudah berusaha apapun putusannya. Saya serahkan sama yang di atas. Keyakinan saya tidak pernah letih. Ini yang terbaik”, kata dia.

Retno Paradinah, istri Zul Zivilia didampingi kuasa hukum, Andi Bachtiar Effendi datang ke sidang Zul Zivilia.
Retno Paradinah, istri Zul Zivilia didampingi kuasa hukum, Andi Bachtiar Effendi datang ke sidang Zul Zivilia. (Tribunnews.com/Larasati Dyah Utami)

Zul Zivilia ditangkap jajaran Ditresnarkoba Polda Metro Jaya pada 1 Maret 2019 di apartemen kawasan Jakarta Utara. Berdasarkan hasil pengembangan ia ditangkap bersama tiga orang lainnya.

Sebanyak 9,5 kilogram sabu, 24 ribu butir ekstasi hingga uang sejumlah Rp 1,4 juta pun berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Penulis: Nurul Hanna
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved