Seniman Djaduk Ferianto meninggal, Keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Berduka

Seniman Djaduk Ferianto meninggal dunia karena serangan jantung. Keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merasa kehilangan.

Seniman Djaduk Ferianto meninggal, Keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Berduka
KuaEtnika/@amrinovanpw
Djaduk Ferianto @djaduk & Kua Etnika dalam Konser Sesaji Nagari | Taman Budaya Yogyakarta | 10 Maret 2019 

TRIBUNNEWS.COM -  Seniman Djaduk Ferianto meninggal dunia karena serangan jantung. Keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merasa kehilangan. 

Perwakilan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat datang melayat di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja, Kasihan, Bantul, pada Rabu (13/11/2019) siang pukul 12.00 WIB.

"Beliau banyak menginspirasi seniman-seniman muda, khususnya di Yogyakarta ya. Jadi, tentunya kita sangat kehilangan sekali," ucap KPH Notonegoro.

Suami dari GKR Hayu, yang merupakan putri keempat Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan GKR Hemas itu, tampak memberi penghormatan terakhir untuk sang seniman legendaris, bersama dua saudari iparnya, GKR Condrokirono dan GKR Bendara.

Baca: Kena Serangan Jantung, Seniman Djaduk Ferianto Meninggal di Pangkuan Istrinya

Baca: Tak Sempat Saksikan Ngayogjazz 2019, Mendiang Djaduk Ferianto Sudah Siapkan Kejutan

Baca: Kronologi Djaduk Ferianto Berpulang, Alami Serangan Jantung, Meninggal di Pangkuan Istri

Baca: Mimpi dan Semangat Djaduk Ferianto yang Tersisa di Ngayogjazz

"Kami dari keluarga Keraton turut berduka cita, nderek belasungkawa. Kabar yang cukup mengejutkan, cukup mendadak, kemarin kita sempat berbincang dengan Mas Djaduk, beliau masih sehat," katanya.

"Kemudian tiba-tiba kami dengar kabar ini, ya sangat mengagetkan. Kami mendoakan, agar keluarga yang ditinggalkan bisa tabah, lalu karya seni Mas Djaduk pun tetap langgeng dan mampu diteruskan," imbuh KPH Notonegoro.

Satu di antara karya yang wajib diteruskan yakni event musik Ngayogjazz yang diinisiasi oleh Djaduk bersama rekan-rekan seniman Yogyakarta.

Apalagi, gelaran itu, untuk tahun ini, bakal bergulir tidak lama lagi, pada Sabtu (16/11/2019) mendatang, di Godean, Sleman.

"Paling dekat ya Ngayogjazz, itu kan Mas Djaduk yang menginisiasi bersama teman-teman dan sebentar lagi akan diadakan, malam minggu besok. Semoga evant itu jadi warisan yang langgeng dan bisa diteruskan seniman-seniman muda Yogya," ucapnya.

KPH Notonegoro pun menilai sosok Djaduk sebagai seorang seniman yang thinking outside the box dalam berkarya.

Jenazah Djaduk Ferianto diangkat untuk disemayamkan di Padepokan Bagong Kussudiardjo di Bantul, Rabu (13/11/2019)
Jenazah Djaduk Ferianto diangkat untuk disemayamkan di Padepokan Bagong Kussudiardjo di Bantul, Rabu (13/11/2019) (Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin)

Pada kesempatan ini, ia juga mengisahkan obrolan lamanya dengan seniman kelahiran 55 silam itu, soal seni jalanan di New York, Amerika Serikat.

"Dulu waktu di New York, Mas Djaduk pernah datang ke sana, tinggal kurang lebih tiga bulan. Kita banyak sekali ngobrol perkembangan seni di sana, termasuk street art. Beliau punya pemikiran, gimana Yogya ini bisa menuju ke arah sana," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Djaduk Ferianto Berpulang, Keluarga Keraton Ngayogyakarta : Kita Sangat Kehilangan

Editor: Willem Jonata
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved