WNI Diadili di Inggris

Kasus Reynhard Baru Bisa Dipublikasikan setelah 2 Tahun, Jurnalis yang Melanggar akan Masuk Penjara

Ini alasan pihak Inggris tidak mempublikasikan kasus Reynhard Sinaga, WNI Indonesia terkait kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Kasus Reynhard Baru Bisa Dipublikasikan setelah 2 Tahun, Jurnalis yang Melanggar akan Masuk Penjara
Twitter @BruceEmond dan BBC
Jadi Headline Internasional, Ini Sebutan Reynhard Sinaga Oleh Media Inggris 

TRIBUNNEWS.COM - Mantan Pengajar Guru Besar Oxford University, Profesor Peter Carey mengungkapkan alasan kasus Reynhard Sinaga yang baru dipublikasikan oleh media pada tahun ini.

Padahal, kasus Reynhard telah diungkap sejak tahun 2017, silam.

Dalam acara Rosi yang videonya diunggah di kanal YouTube Kompas TV, pada Kamis (9/1/2020), Peter menjelaskan hal ini merupakan kebijakan dari pihak pengadilan.

Peter menuturkan, pengadilan di Inggris memiliki kebijakan untuk melindungi identitas korban.

Karena kasus ini termasuk ke dalam jenis kriminal yang sangat peka.

Kasus Reynhard kali ini memakan banyak korban, hingga mencapai ratusan.

Sehingga, menurut penjelasan Peter apabila kasus ini diungkapkan sejak awal, akan melecehkan korban untuk kedua kalinya.

Profesor Peter Carey sebut pihak pengadilan Inggris memang memiliki peraturan terkait publikasi suatu kasus.
Profesor Peter Carey sebut pihak pengadilan Inggris memang memiliki peraturan terkait publikasi suatu kasus. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

"Sebab ada kebijakan dari hakim yakni ini suatu kasus kriminial yang sangat peka begitu banyak korban," terang Peter.

"Dan seumpama ini diungkapkan maka korban akan dilecehkan dua kali."

"Sebab untuk menjaga anonimitas mereka di dalam sistem pengadilan," tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved