Lucinta Luna Terjerat Narkoba
Lucinta Luna Beli Obat dari Sahabatnya IF, Polisi Sebut Pemilik Salon yang Jadi Langganan Artis
Polisi ungkap sosok IF atau FLO yang jual obat ke Lucinta Luna atau Muhammad Fatah. Sebut bukan artis dan pemilik salon langganan para artis.
Penulis:
Ifa Nabila
Editor:
Wulan Kurnia Putri
TRIBUNNEWS.COM - Selebriti Lucinta Luna dinyatakan positif menggunakan psikotropika berjenis benzodiazepines berupa riklona serta tramadol.
Kapolres Jakarta Barat, Kombes Pol Audie S Latuheru, mengungkap Lucinta Luna mendapat obat-obatan itu dari sosok sahabatnya yang berinisial IF.
Audie menyebut sosok IF adalah pemilik salon yang ternyata menjadi langganan banyak kalangan artis.
Dilansir Tribunnews.com, hal itu diungkapkan Audie dalam wawancara APA KABAR INDONESIA PAGI unggahan YouTube Talk Show tvOne, Rabu (12/2/2020).
Audie menjelaskan Lucinta Luna menggunakan obat-obatan penenang itu untuk meredakan depresinya ketika dirundung banyak masalah.
"Ya menurut keterangannya, dia sudah menggunakan kira-kira 6 bulan terakhir," ungkap Audie.
"Itu karena dia stres, jadi dia menggunakannya supaya dia bisa lebih santai, bisa rileks, menghadapi masalah-masalah," terangnya.

Kini sosok IF yang memasok obat kepada Lucinta Luna sudah ditangkap untuk diperiksa apakah ada jaringan lain.
"Kebetulan kita sudah menangkap orang yang menjual kepada LL dan sedang kita periksa," kata Audie.
"Jadi LL membeli dari satu orang yang berinisial IF, nah sekarang sedang kita dalami apakah dia dapat dari mana lagi dan sebagainya."
Lucinta Luna ternyata sudah mengenal IF selama 1 tahun dan menjadi sahabat.
IF adalah seorang pemilik salon yang merupakan langganan para artis.
"Dia sudah berhubungan kira-kira 1 tahun, katanya dia berkenalan, mereka bersahabat," kata Audie.
"Sementara dia usaha di salon, atau dia pemilik salon yang sering melayani, menurut mereka, artis-artis juga."
Hingga kini, pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah IF juga memasok obat ke selebriti lain selain Lucinta Luna.
"Pemeriksaan sementara sedang berjalan, jadi kita belum tahu siapa saja, apakah artis-artis lain yang dilayani, dalam pengertian dia pelanggan salonnya atau dia menjual obat-obatan tersebut," paparnya.
Lucinta Luna Bantah Pakai Ekstasi
Sejak penangkapan pada Selasa (11/2/2020) dini hari, Lucinta Luna sudah menjalani tes urine serta pemeriksaan rambut di Laboratorium BNN di Lido, Bogor, Jawa Barat.
Lucinta Luna tidak mengakui soal kepemilikan pil ekstasi yang ditemukan di tong sampah tersebut.
"Jadi sementara dia tidak mengakui kepemilikan terhadap pil itu," ungkap Audie.
"Namun kami sudah melakukan pemeriksaan di laboratorium di BNN untuk pemeriksaan rambut," sambungnya.
Diketahui, Lucinta Luna ditangkap bersama tiga orang lain, yakni HD (35), DAA (35), dan NHAM (22).
Tiga orang tersebut dinyatakan negatif menggunakan obat-obatan dan membantah menggunakan ekstasi.
"Diharapkan jika memang hasilnya keluar positif dia menggunakan (narkoba), maka ada kaitannya dengan pil tersebut," kata Audie.
"Karena di antara empat orang itu kan tidak ada yang mengakui," lanjutnya.
Kini pihak kepolisian masih menunggu hasil dari laboratorium dalam seminggu ke depan.
Sementara ini, Audie menduga Lucinta Luna menggunakan ekstasi tersebut namun belum terdeteksi karena kandungan benzo yang dominan.
"Jadi ditemukan benzo-nya itu memang kemungkinan dan juga diakui oleh yang bersangkutan karena dia menggunakan riklona," kata Audie.
"Kita juga menduga mungkin saja karena dia menggunakannya banyak, atau setelah menggunakan ekstasi, jadi benzo-nya lebih dominan."
"Sehingga ketika dilakukan tes awal dengan tes urine itu tidak terbaca ekstasinya," paparnya.
Lucinta Luna Bakal Ditahan, Begini Nasib Abash
Pacar Lucinta Luna yang bernama Abash alias Dian Ayu Ashari dinyatakan negatif menggunakan narkoba.
Kanit 2 Resnarkoba Polres Jakbar, Maulana Mukarom, mengungkap nasib Abash yang kini statusnya menjadi saksi.
Dilansir Tribunnews.com, hal tersebut diungkapkan Maulana dalam wawancara unggahan YouTube KH Infotainment, Rabu (12/2/2020).
Diketahui, Lucinta Luna ditangkap bersama Abash dan dua orang lain, yakni HD (35) dan NHAM (22), yang statusnya juga sebagai saksi.
"DAA sudah dibebaskan? Dilepas gitu?" tanya seorang wartawan kepada Maulana.
"Kan sudah disampaikan oleh Pak Kabid Humas. Yang terkait tiga orang itu dalam perkara ini selaku saksi," jawab Maulana.
Maulana memaparkan tiga orang tersebut dinyatakan negatif narkoba dari pemeriksaan urine.
"Karena pertama urinenya negatif dan tidak terkait dalam barang bukti tersebut dalam berita acara pemeriksaan," ujar Maulana.
Meski demikian, Maulana menyebut Abash dan dua orang lainnya kemungkinan masih akan dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.
"Akan tetapi sambil berjalannya perkara ini, diwajiblaporkan kepada ketiga orang tersebut," kata Maulana.
"Apabila ada pemeriksaan tambahan atau ada pertanyaan-pertanyaan yang harus kita tanyakan, yang bersangkutan akan tetap bisa kita periksa," sambungnya.
(Tribunnews.com/ Ifa Nabila)