Virus Corona

Cerita Angie 'Virgin' Takut Terpapar Virus Corona di Inggris

Angie 'Virgin' mengatakan kalau virus covid-19 atau corona mewabah di Inggris sejak awal Maret 2020

Kolase TribunStyle
Rumah Angie Virgin di Inggris bak rumah film Hollywood 

Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bintang film Angie 'Virgin' (36) berbagi cerita soal pengalamannya, yang masih bekerja ditengah wabah virus covid-19 atau corona di Inggris.

Angie 'Virgin' mengatakan kalau virus covid-19 atau corona mewabah di Inggris sejak awal Maret 2020.

"Awalnya hanya 100 orang positif. Lalu tiap minggu berkembang drastis, sekarang 8000-an orang sudah positif dan angka kematian 499 orang," kata Angie 'Virgin' kepada Warta Kota, ketika dihubungi melalui Direct Message (DM) Instagram, Jumat (27/3/2020) malam.

Angie mengaku bahwa Pemerintah Inggris baru memutuskan untuk me-lockdown negaranya, Rabu (25/3/2020) selama tiga minggu kedepan, karena angka kematian sudah sangat tinggi.

Sebelum di lockdown, bintang film 'Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan (2004)' itu mengaku tetap bekerja diluar rumah, dengan rasa cemas dan takut.

Baca: Perang Lawan Corona, Bupati Paniai Sediakan 1 Pesawat untuk Angkut Alkes

Baca: Pemain Persib Bandung yang Positif Terjangkit Virus Corona adalah Wander Luiz, Ini Pernyataannya

Angie mengaku dirinya bekerja di kantor Pengacara ternama di Inggris, yang sudah berlangsung selama beberapa tahun belakangan ini.

"Rasanya stress banget bekerja di tengah wabah virus yang sudah memakan banyak korban. Karena untuk keluar rumah kena risiko besar tertular di kendaraan umum dan kantor," ucapnya.

"Walau orang jaga jarak, beberapa yg batuk masih saja keluar rumah dan ini bikin aku ngga nyaman. Kalau dikereta ada yang batuk aku langsung pindah gerbong atau menjauh saja lebih dari 2 meter," tambahnya.

Guna mencegah tidak terpapar virus covid-19 atau corona, wanita bernama lengkap Anggia Yulia Angely itu harus rajin membersihkan tangan baik di kantor atau ketika pulang ke rumah.

"Di Inggris gejala utamanya itu seperti batuk kering yang terus-terusan dan demam. Virus bisa ada di apapun yang kita sentuh di tempat umum. Jadi selalu cuci tangan 20 detik, ya pakai sarung tangan," jelasnya.

Setelah Pemerintah di Inggris memutuskan untuk lockdown, hati Angie 'Virgin' merasa sangat tenang dan bahagia.

Sebab, ia tak takut lagi terpapar virus covid-19 atau corona karena diminta untuk bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Satu hari sebelum Pemerintah Inggris memutuskan lockdown, Angie 'Virgin' menegaskan kondisi di jalan sangat sepi, hanya saja masih ada orang yang bergejala terpapar virus covid-19 atau corona berada di jalanan.

"Sebelum lockdown sudah dianjurkan WFH. Cuman karena belum lockdown, jadi ya masih disuruh ke kantor. Nah, sejak Rabu kemarin aku sudah WFH," ujar Angie 'Virgin'. (Arie Puji Waluyo/ARI).

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved