Breaking News:

Didi Kempot Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: Didi Kempot Meninggal Dunia

Didi Kempot meninggal di RS Kasih Ibu pada pukul 07.30 WIB, hari ini, Selasa 5 Mei 2020

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penyanyi Didi Kempot saat tampil dalam Festival Berdendang Bergoyang di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/2/2020). Didi Kempot sukses membuat penonton yang kebanyakan anak muda bergoyang dan bernyanyi bersama. 

TRIBUNNEWS.COM - Saat ini dikabarkan musisi asal Solo, Didi Kempot meninggal dunia.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh kakak dari Didi Kempot, Lilik.

Kabarnya meninggalnya Didi Kempot dikonfirmasi oleh Lilik di live Kompas TV.

Didi Kempot meninggal
Didi Kempot meninggal (Tangkapan layar KompasTV)

Didi Kempot meninggal hari ini, Selasa (5/5/2020) pada pukul 07.30 WIB di RS Kasih Ibu, Solo.

Saat ini juga jenazah masih berada di kamar jenazah RS Kasih Ibu.

Lilik mengatakan bahwa aktifitas Didi Kempot akhir-akhir ini sibuk.

"Kalau saya prediksi ya begitu mbak, kecapekan," ungkap Lilik.

Ia juga mengatakan bahwa selama ini Didi Kempot tidak pernah mengeluhkan sakit.

"Dia enggak bilang kalau ngomong sakit betul, enggak ngomong," kata Lilik.

Lilik megaku belum tahu kapan dan di mana Didi Kempot akan dimakamkan lantaran masih harus berdiskusi dengan keluarga.

"Belum mbak, rapat keluarga dulu," ujar Lilik.

Ketika ditanya soal riwayat penyakit, Lilik menyebut adiknya tak memiliki riwayat penyakit apapun.

"Enggak ada (riwayat penyakit), mbak," jawab Lilik.

Sempat Gelar Konser untuk Galang Dana Covid-19

Sebelumnya, Didi Kempot sempat menggelar konser "Amal dari Rumah" yang diselenggarakan oleh KompasTV.

Konser berkonsep daring tersebut diselenggarakan pada 11 April 2020 lalu.

Konser tersebut merupakan konser untuk menggalang dana terkait virus corona.

Tentang Didi Kempot

Didi Kempot kembali menjadi sorotan anak muda pada pertengahan tahun 2019 lalu.

Pelantun lagu Cidro tersebut kembali menjadi sorotan karena deretan lagu ciptaannya yang menceritakan pedihnya patah hati.

Pria yang dijuluki Godfather of Brokenheart ini memiliki fans yang dijuluki Sadbois.

Lagu patah hati yang diciptakan Didi Kempot menjadi ajang penyaluran sakit hati para SadBois.

Penyanyi Didi Kempot saat tampil dalam Festival Berdendang Bergoyang di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/2/2020). Didi Kempot sukses membuat penonton yang kebanyakan anak muda bergoyang dan bernyanyi bersama. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Penyanyi Didi Kempot saat tampil dalam Festival Berdendang Bergoyang di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/2/2020). Didi Kempot sukses membuat penonton yang kebanyakan anak muda bergoyang dan bernyanyi bersama.  (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Sejumlah lagu yang diciptakan oleh Didi Kempot banyak mengisahkan tentang kesedihan dan rasa patah hati seseorang kepada kekasihnya.

Misalnya saja lagu berjudul "Cidro, "Suket Teki", "Dalan Anyar", hingga "Banyu Langit."

Tak hanya mendengarkan, para penggemar Didi Kempot yang menamakan diri sebagai SadBois dan SadGirls tersebut juga ikut hanyut dan meresapi lagu beraliran campursari tersebut.

Dikutip dari Kompas.com, Didi Kempot mengatakan, lagu-lagu yang dibuatnya tidak semuanya berdasarkan oleh pengalaman pribadinya.

"Itu enggak juga. Itu cuma mengarang, khayal aja," kata Didi.

Ia mengatakan, lirik-lirik tersebut tercipta karena ketidaksengajaan.

Didi Kempot mengungkapkan lahir dari jalanan, rasa pahit, getirnya hidup, dan mengamen menjadi kekuatan Didi Kempot untuk menciptakan sebuah karya.

"Kadang kita rindu yang di kampung. Saya tulis kayak kangen. Kalau yang kejadian saya sendiri, ada. Sisanya saya mengkhayal dalam membuat lirik lagu itu saja," sambung dia.

Didi Kempot merupakan penyanyi campursari yang berasal dari Solo.

Didi kempot lahir pada 31 Desember 1966 dengan nama lengkap Didi Prasetyo.

Penyanyi campur sari, Didi Kempot tampil menghibur penonton di Synchronize Festival 2019, di Gambir Expo Jakarta, Jumat (5/10/2019). Synchronize Festival 2019 yang digelar dengan mengusung tema Memanusiakan Alam dan Mengalamikan Manusia, berharap bisa lebih ramah lingkungan dengan mendukunng sejumlah gerakan cinta lingkungan. TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penyanyi campur sari, Didi Kempot tampil menghibur penonton di Synchronize Festival 2019, di Gambir Expo Jakarta, Jumat (5/10/2019). Synchronize Festival 2019 yang digelar dengan mengusung tema Memanusiakan Alam dan Mengalamikan Manusia, berharap bisa lebih ramah lingkungan dengan mendukunng sejumlah gerakan cinta lingkungan. (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Ia merupakan putra dari Ranto Edi Gudel alias Mbah Ranto.

Di Solo, Ranto merupakan pelawak yang terkenal.

Didi Kempot juga merupakan adik dari Mamiek Prasoko, anggota grup pelawak Srimulat.

Sebelum terkenal, Didi Kempot adalah seorang musisi jalanan.

Pada 1987, ia pun pergi ke Jakarta bersama kelompok pengamennya.

Tak mudah bagi Didi Kempot untuk meraih cita-citanya sebagai musisi.

Didi Kempot masuk ke dunia rekaman pada 1990.

Kala itu, ia juga memenuhi janjinya untuk memotong rambut panjangnya.

"Nazar akhirnya potong rambut pendek saat masuk dapur rekaman," ujar Didi Kempot.

Lagu pertamanya yang direkam di dapur rekaman adalah We Cen Yu.

Selain itu, lagu-lagunya telah dikenal banyak lapisan masyarakat, khususnya yang paham akan bahasa Jawa.

Didi Kempot yang terkenal dengan lagu "Stasiun Balapan" tersebut kembali menjadi sorotan akhir-akhir ini.

Bahkan, pada tanggal 10 Juni 2019 lalu, namanya menjadi trending topik di Twitter.

Penampilan Didi Kempot dengan lagunya yang menyahat hati kerap membuat para pendengarnya baper.

Hal itulah yang membuat para penggemar yang disebut SadBoys dan SadGirls menjuluki Didi Kempot sebagai The Godfather of Broken Heart.

Didi Kempot mengaku sudah menciptakan 800 lagu.

Lagu-lagu yang dinyanyikannya pun populer di telingan penikmat musik.

Mulai lagu "Pantai Klayar", "Layang Kangen", hingga "Pamer Bojo", menjadi lagu yang seakan wajib untuk dibawakan saat konser.

Dikutip dari Kompas.com, Didi kempot memiliki tema patah hati untuk lagunya karena menyesuaikan dengan selera masyarakat.

Selain itu, pemilihan tema patah hati ternyata agar pesan dan makna lagunya dapat dengan mudah dipahami oleh para pendengarnya.

(Tribunnews.com/Renald DPP)

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved