Rabu, 10 Juni 2026

Didi Kempot Meninggal Dunia

VIDEO: Isak Tangis Pecah Sambut Jenazah Almarhum Didi Kempot di Rumah Duka

Jenazah Didi Kempot tiba di rumah duka yang berada di Dukuh Pentukpelem, Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur

Tayang:
Kolase Tribunnews (Facebook Tribunnews dan TRIBUNNEWS/HERUDIN)
(Kiri) isak tangin menyambut jenzah Didi Kempot (Kanan) Penyanyi Didi Kempot saat tampil dalam Festival Berdendang Bergoyang di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (1/2/2020). Didi Kempot sukses membuat penonton yang kebanyakan anak muda bergoyang dan bernyanyi bersama. 

TRIBUNNEWS.COM - Jenazah Didi Kempot tiba di rumah duka yang berada di Dukuh Pentukpelem, Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Ngawi, Jawa Timur, Selasa (5/5/2020) pukul 14.08 WIB.

Dipantau dari siaran langsung Facebook Tribunnews, jenazah Godfather of Broken Heart tiba dikawal petugas kepolisian.

Sedangkan jenazah Didi Kempot diangkut menggunakan mobil ambulans bertuliskan Mobil Jenazah Polresta Surakarta.

Menggunakan peti berwarna cokelat, jenazah almarhum dibawa ke dalam rumah duka yang berjarak beberapa meter dari jalan perkampungan.

Memasuki rumah duka, tangis kerabat pecah menyambut kehadiran jenazah sang maestro campursari ini.

Baca: Istri Didi Kempot, Safitri, Pingsan saat Pemakaman

Terlihat dalam rekaman beberapa orang bersimpuh sambil memegangi peti jenazah.

Beberapa saat kemudian jenazah langsung disalatkan. Adapun salat jenazah dilakukan satu kali.

Sementara itu para pelayat diwajibkan untuk menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan sesampainya di rumah duka.

 Selain itu petugas medis setempat juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada pelayat yang baru datang.

Setelah ini jenazah akan dimakamkan di TPU Dukuh Jatisari yang berada sekira 400 meter dari rumah duka.

Baca: Sedih,Tiara Idol Ungkap Andil Didi Kempot yang Buat Namanya Terkenal:Sampai Dipanggil Tiara Cendol

Para pelayat diminta cuci tangan

Protokol penanganan penyebaran Covid-19 tetap dilakukan di kediaman rumah duka Didi Kempot di Desa Majasam, Kecamatan Kendal, Ngawi.

Para pelayat wajib memakai masker, mencuci tangan, dan diperiksa suhu tubuhnya saat akan memasuki rumah duka.

Tampak tulisan 'wajib memakai masker' ditempel di beberapa dinding dekat rumah almarhum Didi Kempot.

Selain itu, telah tiba empat orang dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi dan Puskesmas Kendal.

Baca: Mengenang Didi Kempot Lewat 8 Tempat yang Jadi Latar Lagunya

Mereka berjaga di depan pintu masuk dan memeriksa setiap pelayat yang datang.

Para petugas kesehatan melakukan pengecekan suhu tubuh setiap pelayat.

Pantauan di lapangan, saat ini ratusan pelayat telah merapat ke rumah duka.

Bukan hanya warga sekitar, tetapi juga Sobat Ambyar sebutan untuk penggemar Didi Kempot.

Jenazah Didi Kempot saat ini sedang dalam perjalanan dari Solo menuju rumah duka.

Alasan Dimakamkan di Desa Majasem

Paman Didi Kempot, Sukur (tengah) menunggu kedatangan jenazah keponakannya di rumah duka, di Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (5/5/2020) pagi.
Paman Didi Kempot, Sukur (tengah) menunggu kedatangan jenazah keponakannya di rumah duka, di Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Selasa (5/5/2020) pagi. (Tribunnews/Muhammad Husein Sanusi)

Paman Didi Kempot, Sukur mengungkapkan alasan kenapa Didi Kempot dimakamkan di Desa Majasem.

Tak lain, karena istri Didi Kempot yang meminta sang suami dimakamkan di Desa Majasem.

"Rumah di Desa Majasem adalah rumah jujukan (tujuan), ini kan rumah istrinya," kata Sukur.

Sementara rumah di Kedunggalar adalah rumah milik orangtua Didi Kempot.

Diketahui, Didi Kempot memang lahir di Dusun Sidowayah, Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi.

Sukur menjelaskan, di Kedunggalar terdapat makam Mamiek Prakoso yang merupakan pelawak sekaligus kakak Didi Kempot.

"Di Kedunggalar memang ada makam kakaknya Mamiek, tapi kami minta Didi Kempot dimakamkan di sini," ujar Sukur.

Selain itu, Sukur mengatakan, Didi Kempot tak pernah mengaku sakit.

Baca: Suasana Pemakaman Didi Kempot Diiringi Isak Tangis Keluarga, Ganjar Pranowo juga Turut Hadir

Saat pulang ke rumah pun, pelantun lagu Stasiun Balapan itu hanya mengeluh capek.

"Makanya kami kaget, tidak tahu kabar meninggal, karena tadi pagi sekitar jam 7, saya masih berada di sawah," ujar Sukur.

Hal senada juga disampaikan Madi, paman almarhum Didi Kempot lainnya.

Madi mengaku kaget dengan meninggalnya Didi Kempot yang begitu cepat.

Bahkan dia tidak akan mengetahui kabar itu jika tak nonton televisi.

"Kalau tidak nonton televisi kami keluarga tidak akan tahu dia meninggal dunia. Semua yang ada di sini kaget," katanya.

Madi lantas mengenang kalimat mendiang saat terakhir pulang ke Ngawi, Jawa Timur.

Pada Madi, Didi Kempot mengaku sudah merasa tua.

"Terakhir dia pulang ke sini cukup lama, saya sudah lupa waktunya."

"Saat itu dia bilang sudah merasa tua," kata Madi. 

(Tribunnews.com/Endra/Gilang/Husein Sanusi)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved