Breaking News:

Virus Corona

Joko Anwar Bayangkan Sulitnya Terapkan Physical Distancing Saat Produksi Film

Jelang diberlakukannya new normal, pemerintah gencar menyosialisasikan physical distancing, sebagai upaya mencegah penularan virus corona (Covid-19).

TRIBUNNEWS.COM/BAYU INDRA PERMANA
Joko Anwar saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Kamis (7/11/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jelang diberlakukannya new normal, pemerintah gencar menyosialisasikan physical distancing, sebagai upaya mencegah penularan virus corona (Covid-19).

Joko Anwar, sutradara kenamaan, itu menilai akan sulit menerapkan pshysical distancing dalam proses produksi film.

Dalam proses syuting, ada beberapa hal yang tak bisa dihindari terkait kontak fisik. Salah satunya adegan mesra dan bertarung dalam film laga.

"Kalau kita ngomong praktik syuting berbeda dengan industri lain, ada beberapa hal yang tidak bisa dihindari, harus kontak fisik," ucap Joko Anwar saat live di kanal YouTube Let’s Talk Indonesia, beberapa waktu lalu.

Baca: Pandangan Joko Anwar Tentang New Normal dan Kaitannya dengan Industri Film

"Misalnya adegan fighting adegan mesra, atau bagaimana nanti make up artist talentnya pasang kostum, mikrofon dan sebagainya. Itu harus ada SOP yang sangat sesuai," bebernya.

Maka dari itu, Joko Anwar merasa seluruh orang yang terlibat dalam produksi film harus mengikuti tes berupa rapid tesr untuk memastikan bahwa mereka tanpa gejala orang yang terinfeksi virus corona.

Baca: Kata Nikita Mirzani Menyambut New Normal

Baca: Bicara New Normal, Sophia Latjuba: Belum Siap karena Belum Jelas

Baca: Skenario New Normal Bakal Diterapkan, Tantri Kotak Cemaskan Anaknya

Kata Joko, biaya rapid test untuk seluruh kru dan pemain dibebankan ke biaya produksi. Jangan sampai pemain atau kru harus membayar sendiri biaya rapid test.

“Menurut aku, yang harus dilakukan, ya yang bisa diadaptasi, harus ada rapid atau PCR test. Pokoknya yang bisa memastikan bahwa ketika kru dan pemain memulai proyek ini, mereka nggak punya symptoms yang mungkin mereka mengidap COVID-19,” katanya.

"Dan harusnya dibebankan ke biaya produksi, nggak bisa dibebankan ke pemain atau kru," lanjutnya.

Sutradara film Gundala ini menambahkan, seharusnya bukan hanya melakukan upaya pencegahan, tapi juga menyiapkan penanganan apabila ada kru atau pemain yang menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19.

Baca: Film Gundala Karya Joko Anwar Bakal Dirilis di Amerika Serikat

Sebaiknya pihak rumah produksi membawa pemain atau kru untuk dirujuk ke rumah sakit yang sudah pasti akan menerima mereka dan ada tempat khusus untuk menjalani karantina, serta melakukan tes.

“Misalnya, ada satu pemain mungkin begitu nunjukin symptoms diperiksa. Belum tentu kena Covid-19, tapi harus ada tes, karantina berapa hari supaya dipastikan mereka kena apa enggak," tuturnya.

Kalau misalnya kena, ya sudah bubar semua. Itu, sih yang harus diperhatikan di new normal,” lanjut Joko Anwar.

Penulis: bayu indra permana
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved