Breaking News:

Kasus Ikan Asin

Usai Upaya Banding Kandas, Galih Ginanjar Kemungkinan Akan Ajukan Kasasi ke MA

Tim kuasa hukum Galih Ginanjar buka suara soal banding yang mereka ajukan ke Pengadilan Tinggi Jakarta.

Tribunnews/Herudin
Galih Ginanjar menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (9/12/2019). Galih Ginanjar bersama Pablo Benua dan Rey Utami didakwa melakukan pencemaran nama baik Fairuz A Rafiq di media sosial dan dijerat dengan Pasal 27 Ayat 1, Ayat 3 Jo Pasal 45 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), serta pasal 310 dan pasal 311 KUHP dengan ancaman hukumannya lebih dari 6 tahun penjara. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim kuasa hukum Galih Ginanjar buka suara soal banding yang mereka ajukan ke Pengadilan Tinggi Jakarta.

Upaya banding Galih Ginanjar karena tidak menerima atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, soal kasus dugaan penghinaan Ikan Asin kepada Fairuz A Rafiq.

Kuasa hukum Galih Ginanjar, Denny Lubis mengatakan kalau Pengadilan Tinggi tidak mengabulkan permohonan banding kliennya.

"Banding kami diterima. Tapi, majelis hakim memutus perkara ini dengan hasil menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," kata Denny Lubis kepada Warta Kota, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (9/7/2020).

Denny mengatakan bahwa pihaknya belum menerima salinan putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yang belum dikirimkan dari Pengadilan Tinggi.

"Setelah kami pelajari dan diskusi dengan Galih, kemungkinan kami akan ajukan kasasi ke Mahkama Agung. Sejauh ini Galih belum tau soal putusan Pengadilan Tinggi," ucapnya.

Baca: Banding Ditolak Pengadilan Tinggi, Galih Ginanjar Tetap Jalani Hukuman 2,4 Tahun Penjara

Baca: Dendam Karena Ikan Asin, Fairuz Sampai Emosi Curhat Soal Kelakuan Galih Ginanjar: Lukanya Itu!

Galih Ginanjar saat ditemui di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020).
Galih Ginanjar saat ditemui di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (24/2/2020). (Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy)

Denny mengatakan kalau kasasi ke Mahkama Agung harus dilakukan, agar istri dari Barbie Kumalasari ini bisa mendapatkan vonis yang lebih ringan.

"Kalau menurut saya sebagai kuasa hukum ya harus ajukan kasasi. Tapi kami belum bisa memutuskan sekarang karena harus diskusi dengan Galih," jelasnya.

Lebih lanjut, Denny Lubis menegaskan dengan adanya putusan Pengadilan Tinggi, membuat Galih Ginanjar masih menjalani hukuman sebagai terpidana sama dengan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Halaman
123
Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved