Breaking News:

Tergiur Diskon 60 Persen, Tessa Kaunang Tertipu saat Beli Sepeda Brompton, Ini Tanggapan Bukalapak

"Sekarang lagi musim sepeda. Saya belanja sepeda Brompton ceritanya. Harga sebenarnya Rp 57 juta, tapi saya dapat diskon 60 persen, jadi Rp 23 juta."

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Tessa Kaunang di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2020) malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Bukalapak menyesalkan adanya pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi dan tidak bertanggung-jawab di E-Commerce yang dikelolanya.

Bukalapak menyesalkan hal tersebut setelah pemain sinetron Tessa Kaunang melaporkan oknum yang diduga penipu memasang lapaknya di Bukalapak.

Lewat Bukalapak, oknum penipu tersebut mengaku memiliki toko TRB Bike. Di TRB Bike, Tessa Kaunang membeli sepeda Brompton ungu seharga Rp 23 juta.

tribunnews
Aplikasi Bukalapak. (Istimewa)

"Terkait kasus phising yang dialami artis sinetron Tessa Kaunang saat transaksi di Bukalapak, kami menyesalkan ada pihak tidak bertanggung jawab," kata Tine Ervina, AVP Customer Satisfaction Management (CSM) Bukalapak, Rabu (29/7/2020).

Phising merupakan tindak kejahatan siber yang bertujuan untuk mencuri data dan informasi penting pengguna.

Data penting pengguna itu seperti e-mail, password dan kode OTP dengan mengarahkan pengguna untuk membuka tautan tidak resmi dengan berbagai alasan seperti aktivasi dan promo.

Informasi penting tersebut kemudian digunakan oleh pelaku kejahatan untuk mengakses akun pribadi korban.

Sejauh ini Bukalapak telah menghubungi Tessa Kaunang untuk menyelesaikan masalah tersebut dan sudah mendapat respon baik.

Tessa Kaunang bersedia menginformasikan pada tim Bukalapak apabila polisi membutuhkan sejumlah informasi untuk keperluan investigasi lanjutan.

tribunnews
Beberapa petugas Satpol PP berfoto menggunakan sepeda Brompton Explorer (Instagram @plat_dinas_official)

"Kami mengimbau agar pengguna selalu melakukan langkah-langkah pencegahan 4 aman 5 sempurna yang terdapat di akun resmi kami (https://twitter.com/BukaBantuan/status/1285395988232855552)," kata Tine Ervina.

Hal tersebut dilakukan supaya terhindar dari upaya phishing dan tindak kejahatan kriminal lainnya saat betransaksi online.

Editor: Fitriana Andriyani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved