Breaking News:

Kasus Jerinx SID

Di Depan Hakim Jerinx SID Singgung Soal Ekonomi Keluarga Sejak Dia Ditahan, Nora Sendiri Cari Nafkah

  Jerinx SID membeberkan kondisi perekonomian keluarganya sejak dia ditahan karena kasus ujaran kebencian, Kacung WHO.

Tribun Bali/Rizal Fanany
I Gede Ary Astina alias Jerinx sempat bercengkrama dengan istrinya Nora Alexandra sebelum menjalani sidang agenda pemeriksaan terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian 'IDI Kacung WHO' di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (27/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saat membacakan pledoi atau nota pembelaan di depan majelis hakim,  Jerinx SID membeberkan kondisi perekonomian keluarganya sejak dia ditahan karena kasus ujaran kebencian, Kacung WHO.

Pria bernama asli I Gede Ari Astina ini mengatakan bahwa ia adalah tulang punggung keluarga.

Jerinx menceritakan bagaimana perjuangannya mencari nafkah untuk istri dan beberapa anggota keluarga lainnya. Salah satunya adalah beberapa bisnisnya yang harus tutup karena pandemi Covid-19.

"Sejak pandemi beberapa bisnis saya sudah ada yang tutup, yang masih buka juga pendapatannya hanya cukup untuk membiayai gaji, saya berusaha untuk tidak phk staff saya," tutur Jerinx SID dalam persidangan yang disiarkan secara live streaming, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Bacakan Pledoi, Jerinx Mohon Diberikan Kesempatan Jadi Tahanan Rumah

Baca juga: Sang Bunda Hadir di Sidang Kasus Kacung WHO, Jerinx Cium Kaki dan Dapat Percikan Air Suci

I Gede Ary Astina alias Jerinx diperciki air suci (tirta) oleh Ida Rsi Bujangga yang merupakan ibunda Jerinx jelang sidang di kasus dugaan ujaran kebencian 'IDI Kacung WHO' di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (10/11/2020).
I Gede Ary Astina alias Jerinx diperciki air suci (tirta) oleh Ida Rsi Bujangga yang merupakan ibunda Jerinx jelang sidang di kasus dugaan ujaran kebencian 'IDI Kacung WHO' di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (10/11/2020). (Tribun Bali/Putu Candra)

"Di situasi seperti ini saya adalah tulang punggung keluarga yang mulia. Kelurga kecil saya bersama istri saya, saya anak tunggal dan ibu bersama ayah saya sudah bercerai lama," bebernya.

Meski menjadi anak tunggal, dirinya enggan membebani ayahnya yang sudah memiliki keluarga baru.

Sehingga ia menjalani beberapa bisnis untuk menafkahi istri, mertua dan ibundanya.

Oleh karena itu ia berharap bisa mendapat keringanan hukuman berupa tahanan rumah agar bisa tetap mencari nafkah.

"Ayah saya sudah ada keluarga sendiri beliau sudah ada kehidupan saya gak mau beratkan beliau, adik tiri saya kuliah tinggi mau jadi dokter, saya dan istri saya tidak mau membebani ayah saya," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: bayu indra permana
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved