Breaking News:

Mengaku Alami KDRT Sejak 2015, Karen Pooroe: Saya Depresi dan Minum Obat dari Psikiater

Marshanda juga menuding Karen Pooroe sering mengonsumsi obat, disaat masih menjadi istri Arya Satria Claproth. Ini jawaban Karen.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Karen Pooroe di gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2020). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyanyi Karen Pooroe kesal dan geram karena kesaksian Marshanda dalam kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan Arya Satria Claproth di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat.

Rasa kesal dan marah Karen Porooe karena ia dituding Marshanda berselingkuh ketika masih menjadi istri Arya Satria Claproth.

Tak hanya itu saja, Marshanda juga menuding Karen Pooroe ingin bunuh diri dan sering mengonsumsi obat, disaat masih menjadi istri Arya Satria Claproth.

Baca juga: Geram Disebut Ingin Bunuh Diri, Karen Pooroe Akan Laporkan Marshanda?

Baca juga: Sendirian Tinggal di Apartemen Picu Keinginan Marshanda Menikah Lagi

Namun, Karen berusaha tenang menyikapi kesaksian Marshanda. Sebab, ia menegaskan sama sekali tidak berselingkuh.

"Saya santai aja lah, karena saya tidak pernah berbuat itu (berselingkuh)," kata Karen Pooroe ketika ditemui bersama kuasa hukumnya, Wemmy Amanupunyo di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (17/2/2021).

"Kalau pun saya mengonsumsi obat pun saya pakai resep dokter," tambahnya.

Kolase foto Karen Pooroe dan Marshanda
Kolase foto Karen Pooroe dan Marshanda (Instagram @karenpooroe dan @marshanda99)

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol musom pertana itu mengaku mengonsumsi obat, sesuai resep dari dokter dan psikiater.

Sebab, Karen mengakui sampai pergi ke psikiater lantaran ia depresi, diduga kerap menerima KDRT psikis dari Arya Satria Claproth di sekitar tahun 2015.

"Saya menerima KDRT psikis sampai saya pergi ke psikiater. Saya mendapatkab resep obat untuk saya konsumsi, agar saya bisa tenang dan tidur," ucapnya.

Meski begitu, janda satu anak itu menilai pernyataan Marshanda yang menyebutkan dirinya sering konsumsi obat menjadi penguat gugatannya, terkait KDRT dari Arya Satria Claproth.

"Katanya kalau saya mengkonsumsi obat-obatan, berarti poin dari dia lebih menguatkan saya, karena saya mendapat KDRT psikis," ungkapnya.

"Saya terima KDRT psikis sejak 2015. Tidak mungkin, sudah lama dapat KDRT, saya tidak depresi. Jadi saya ke psikiater butuh pertolongan," tambahnya.

Lebih lanjut, Karen Pooroe hanya membenarkan pernyataan Marshanda, soal dugaan praktik bunuh diri yang diutarakan didalam persidangan KDRT.

"Jadi kalau mencegah bunuh diri emang bu Marshanda ada di sana menyaksikan apa yang terjadi sama saya. Coba aja diperagain gitu disitu, apa yang terjadi benar kekerasan atau nggak," ujar Karen Pooroe.

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved