Rina Gunawan Meninggal Dunia
Tiga Hari yang Berat Bagi Teddy Syach, Air Matanya Cukup Banyak, Berusaha Tegar di Pemakaman
Perasaan Teddy gundah gulana. Ia mencemaskan kondisi wanita yang dinikahinya pada 1999 silam sekaligus ibu dari anak-anaknya.
TRIBUNNEWS.COM - Selama tiga hari terakhir merupakan momen yang terberat bagi Teddy Syach.
Selama itu ia intens berkomunikasi dengan dokter dan perawat yang menangani Rina Gunawan, sang istri.
Perasaan Teddy gundah gulana. Ia mencemaskan kondisi wanita yang dinikahinya pada 1999 silam sekaligus ibu dari anak-anaknya.
Rina kala itu diketahui berada di rumah sakit dalam perawatan intensif. Kondisinya kritis hingga akhirnya meninggal dunia, Selasa (2/3/2021).
"Air mata saya sudah cukup banyak untuk menahan semuanya. Saya enggak mau saat terakhir mengantar almarhum, justru saya enggak kuat," ujar Teddy ditemui usai pemakaman Rina Gunawan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021).
Bagi Teddy Syach, Rina Gunawan adalah wanita istimewa dalam hidupnya. Rina sosok yang mendampingi selama lebih 20 tahun dalam suka maupun duka.
Sebagai suami, ia tak pernah meragukan Rina sebagai pasangan.
Baca juga: Rina Gunawan Tak Membalas Pesannya, Perasaan Ashanty Tak Enak, Kabar Duka Itu Pun Datang
Baca juga: Rina Gunawan Kelelahan karena Jadwal Kerja yang Padat Lalu Sempat Terpapar Covid-19 Bersama Teman WO
"Saya berani bersaksi bahwa istri saya, istri yang baik. Saya ridho, saya ikhlas, saya tidak meragukan sedikit pun, saya belum ketemu yang seperti beliau. Saya sebagai saksi," ucap Teddy.
Pada kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada orang yang memanjatkan doa untuk sang istri.
"Saya mengucapkan banyak terima kasih atas doa yang dilantunkan semua kerabat kawan-kawan, terima kasih atas doa, yang selalu mensupport kami dan Allah angkat semua panyakit," tandasnya.
Gurauan Rina
Beberapa bulan sebelum meninggal, kondisi Rina Gunawan masih baik-baik saja. Fisiknya cukup sehat.
Teddy Syach, sang suami, menyebut istrinya sering kali bercanda dan membayangkan bisa menyaksikan pernikahan anak-anak mereka.
"Beberapa bulan belakang dia suka bercanda, pokoknya bunda mau menyaksikan dede sama kakak menikah," ujar Teddy Syach di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021).
Teddy enggan menyebut kalimat itu sebagai firasat dan menganggapnya gurauan belaka.
Meskipun pada akhirnya Rina Gunawan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2021).
Baca juga: Menangis di Makam Rina Gunawan, Teddy Syach : Aku Ikhlas
"Dia pengin nyaksiin dulu, baru abis itu bunda pulang (meninggal). Ya itu sekedar gurauan," terangnya.
Salam perpisahan
Setelah sakit komunikasi terakhir anak-anak dengan Rina adalah saat melakulan panggilan video selama 10 detik sebelum dipasang ventilator.
Saat video call, Rina Gunawan seolah mengucap salam perpisahan pada sang suami yang dipanggilnya ayah.
"Dia aja dadah-dadah 'dadah ayah' gitu," tambahnya.
Baca juga: BREAKING NEWS, Rina Gunawan Dimakamkan Dengan Protokol Covid-19, Teddy Syach Pakai APD
Baca juga: Tangis Teddy Syach Antar Rina Gunawan ke Pemakaman, Suaranya Bergetar Saat Adzani Sang Istri
Rina Gunawan sempat harus menggunakan ventilator beberspa hari sebelum ia meninggal dunia. Hal tersebut karena Rina sempat merasakan sesak nafas.
Sebelum terpapar Covid-19, Rina memiliki beberapa penyakit bawaan seperti asma, sinus dan radang paru.
Teddy Syach menjelaskan bahwa istrinya itu sempat menggunakan ventilator untuk membantu bernafas.
Ventilator dipasangkan kepada Rina Gunawan sekira tiga hari sebelum presenter kondang itu meninggal dunia.
Bahkan sejak dirawat di ICU RSPP Simprug, Teddy Syach belum sempat bertemu langsung dengan almarhumah istrinya tersebut.
"Karena dari awal begitu masuk beliau di ICU jadi nggak bisa ketemu. Kita tetap berkomunikasi sampai pemasang vetilator 3 hari belakangan ini," ujar Teddy Syach di TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021).
"Pas belakangan karena beliau harus bernapas mandiri dan karena udah kecapekan jari dibantu peralatan napas dan lain-lain," tuturnya.
Terpapar Covid-19 bersama teman di WO
Teddy mengatakan sempat melarang istrinya itu memegang handphone untuk mengurusi pekerjaan.
Ia menyuruh istrinya untuk tetap istirahat dan tidak mengurusi pekerjaannya selama masa perawatan di RSPP Simprug Jakarta Selatan.
"Selama ini komunikasi cuman wa dan videocall. Tapi karena intensitas kerja terlalu tinggi jadi saya juga melarang (pegang hp), harusnya dia istirahat," jelas Teddy.
Teddy menuturkan bahwa kondisi Rina sempat stabil sebelum akhirnya harus menggunalan ventilator untuk membantunya bernafas.
"Tetapi sempat stabil beberarapa hari lalu," kata Teddy.
Rina Gunawan meninggal karena sesak nafas di ruang ICU RSPP Simprug Jakarta Selatan, sebelumnya Rina dinyatakan positif Covid-19 usai menjalani sebuah acara dengan tim wedding organizernya.
Sebelum meninggal dunia Rina diketahui sempat kelelahan karena jadwal kerja yang padat.
Teddy Syach sang suami menuturkan bahwa sebelum jatuh sakit Rina Gunawan mengalami kelelahan karena usaha wedding organizernya sedang ramai acara.
"Jadi dimulai memang ada kegiatan yang cukup padat jadi beliau kecapekkan untuk beberapa kali mengurusi acara," kata Teddy Syah saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (3/3/2021).
"Puncaknya saat istirahat justru selesai acara yang terakhir nggak tau terpaparnya dari mana," bebernya.
Rina Gunawan tak sendiri terpapar Covid-19.
Beberapa rekan di wedding organizernya juga terpapar.
Namun disampaikan Teddy Syach, istrinya lah yang paling parah.
"Yang lain itu udah sembuh semua orang kantornya. Karena kebetulan Rina mempunyai penyakit bawaan sinus ada sesak nafas asma juga," ujar Teddy.
"Jadi ketika terserang Covid-19 ya cukup berat buat beliau. Sampai seminggu terpisahkan," lanjutnya
Rina Gunawan dimakamkan dengan protokol Covid-19, Teddy sendiri belum bisa memastikan apakah istrinya sudah sembuh dari Covid-19 atau belum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/teddysyachs.jpg)