Breaking News:

Juragan 99 Tandai Setahun Covid-19 dengan Merillis Film Pendek

Juragan 99 yang dinaungi sepasang pengusaha dan influencer Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari, membawa misi penting dalam film pendeknya.

WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Petugas Dinas Sumber Daya Air (SDA) sedang mengerjakan pembuatan embung di depan ITC, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis, (4/3/2021). Pembangunan embung di atas lahan milik negara seluas 2.000 meter persegi dengan kedalaman 3,5 meter ini akan menjadi resapan air sekaligus menanggulangi genangan di sekitar jalan protokol tersebut. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Wartakota;ive.com, Arie Puji Waluyo

TRIBUNNEWS.COM - Menandai setahunnya penyebaran covid-19, Juragan 99 merillis film pendek Kosmemask bertajuk 'Ibuku yang Cerewet'.

Juragan 99 yang dinaungi sepasang pengusaha dan influencer Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari itu membawa misi penting, dalam film pendek Kosmemask tersebut.

Misi yang disampaikan oleh Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari, yakni penyebaran covid-19 masih besar dan pentingnya menggunakan masker dalam beraktivitas.

"Jadi landasan dasar kami membuat film pendek ini tuh, karena ibu saya meninggal karena terpapar covid-19 tahun lalu," kata Gilang Widya Pramana dalam peluncuran film pendek Kosmemask 'Ibuku yang Cerewet', di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Eksplor Pariwisata, Pemerintah Kabupaten Lumajang Siapkan Project Film

Dalam acara tersebut, Gilang Widya Pramana dan Shandy juga merillis produk masker mereka Kosme Mask, yang siap dipasarkan dan diperjual belikan.

Setelah ibundanya meninggal, Gilang merasa ditengah besarnya penyebaran covid-19 yang sudah setahun ini, masyarakat masih tidak patuh dalam menggunakan masker.

Fenomena tersebut juga dimasukan kedalam skenario cerita film pendek tersebut oleh Gilang dan juga Shandy.

"Karena kami merasa penggunaan masker di masyarakat masih diacuhkan. Itu sih tujuan utamanya," ucapnya.

"Di film ini juga saya sampai memberikan masker di batu nisan. Alasannya, karena anak ingi pengin memberikan masker ke ibunya tapi selalu ditolak sama ibunya ketika hidup," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved